Headline

Dolar AS Cenderung Melemah ke Rp 13.073

JAKARTA-Posisi dolar Amerika Serikat (AS) siang ini sedikit melemah. Bahkan cenderung bergerak stagnan terhadap rupiah. Mengacu pada perdagangan Reuters, Senin (26/9/2016), dolar AS pagi ini dibuka Rp 13.075.

Awal pembukaan perdagangan dolar AS langsung melemah dan menyentuh level terendahnya pagi ini di Rp 13.065. Dolar AS naik lagi dan kembali mencapai level Rp 13.075. Yang jelas dolar AS bertengger di posisi Rp 13.073. Secara year to date (ytd), dolar AS masih melemah terhadap rupiah sebesar 5,27%.

Menurut analis pasar uang Bank Mandiri, Rully Arya Wisnubroto, sejatinya rupiah terdorong oleh pelonggaran kebijakan moneter Bank Indonesia (BI). Pada Kamis (22/9), BI 7 day reverse repo rate dipangkas sebesar 25 bps menjadi 5%. Ini akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi domestik.

Rully menjelaskan pasar dalam negeri maupun eksternal masih minim data di pengujung bulan. BI juga cenderung akan mengintervensi apabila rupiah menguat tajam. “Secara fundamental rupiah stabil. Kalau ada koreksi juga secara teknikal,” terangnya.

Prediksi Rully, rupiah besok akan berada di kisaran Rp 13.075-Rp 13.150. Ramalan Faisyal, rupiah di awal pekan bakal bergerak di rentang Rp 13.040 – Rp 13.150.

Sementara itu Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, Faisyal mengatakan pelemahan valuasi rupiah diakibatkan oleh membaiknya data perekonomian Negeri Paman Sam.

Data klaim pengangguran (unemployment claims) per 15 September 2016 yang dilansir Kamis (22/9) mencapai 252.000 orang. Jumlah tersebut lebih baik ketimbang pencapaian pekan sebelumnya yang sebesar 260.000 orang.

Tekanan juga berasal dari aksi Bank Sentral AS (The Fed) yang menjanjikan bakal ada kenaikan suku bunga dalam jangka pendek. Namun, koreksi bersifat terbatas karena masih ada katalis positif yang membalut rupiah. “Pasar mulai euforia dengan perkembangan kebijakan tax amnesty,” tuturnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top