Market

Divestasi Freeport Simbol Kedaulatan Negara

JAKARTA-Pemerintah menegaskan divestasi 51% saham PT Freeport merupakan simbol dari kedaulatan negara. Diyakini pengelolaan sumber daya pada suatu hari harus bisa dikelola oleh putra putri bangsa Indonesia. “Untuk masalah PT Freeport Indonesia, arahan Bapak Presiden adalah tetap mengedepankan kedaulatan negara atau mengedepankan pasal 33 UUD 1945 yaitu semua bumi air dan kekayaan alam di dalamnya di kuasai negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan di Jakarta.

Berdasarkan data yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa, pada laman Kementerian ESDM menyatakan PT Freeport Indonesia (PT FI) telah bersedia melepaskan 51 persen sahamnya untuk Pemerintah Indonesia. Keputusan tersebut merupakan implementasi dari Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Perubahan Keempat atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara.

Menurut Jonan, pengusaan 51% saham Freeport dimaknai dengan suatu lompatan untuk mulai menguasai banyak tantangan terutama Freeport memang simbolis untuk minerba. “Sama halnya dengan Blok Mahakam, setelah kontrak dengan total habis, sekarang dikelola oleh PT Pertamina,” ujarnya.

Dikatakan Jonan, bersedianya PT Freeport Indonesia melepaskan sahamnya sebesar 51 persen dan dimiliki oleh negara merupakan simbol kedaulatan bangsa Indonesia terhadap tambang Gresberg. “Ini merupakan suatu pencapaian yang besar. Ini kan bisnis ya, jadi bisnis itu win-win, tidak ada bisnis yang win-lose. Kalau 51 persen kan Presiden mengarahkan juga,” jelasnya

Selain harus melepaskan sahamnya sebesar 51 persen sebelum diperpanjang kontraknya, sesuai dengan peraturan yang berlaku, PT Freeport Indonesia juga harus membangun pabrik pemurnian dan pengolahan (smelter) dalam waktu lima tahun serta melakukan pembayaran pajak, PNBP, dan membayar royalti yang harus lebih besar dari sebelumnya.
“Pembelian saham 51 persen itu yang dibeli ini bukan tambangnya, tapi managemennya, peralatannya, teknologinya, organisasinya, dan bisnisnya, tidak termasuk diporsi tambangnya,” jelas Jonan.

Pemerintah Indonesia bersama PT Freeport Indonesia melakukan perundingan untuk keberlanjutan operasi produksi PT Freeport Indonesia di tambang Gresberg Papua. Perundingan dimulai dengan empat poin utama yaitu keberlangsungan operasi, divestasi saham, stabilitas investasi dan pembangunan smelter.

Keempat poin utama ini dibahas dalam satu paket, sehingga menghasilkan kesepakatan yang lengkap. Hasil perundingan ini sesuai dengan Instruksi Presiden Jokowi, untuk mengedepankan kepentingan nasional, kepentingan rakyat papua, kedaulatan negara dalam sumber daya alam dan menjaga iklim investasi tetap kondusif.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top