Headline

Ditangkap KPK, Pengusaha Surabaya Diduga Beri Suap

JAKARTA-Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Senin, (21/11/2016) malam selain menangkap pejabat eselon III di Ditjen Pajak juga menangkap seorang pengusaha. Adapun pengusaha tersebut diduga memberi suap kepada pejabat Ditjen Pajak. Pengusaha berinisial MH (Mohan) diduga meminta agar dikurangi beban pajak impor yang harus dibayarkan si wajib pajak (WP) tersebut. “Pengusahanya dari Surabaya,” kata Ketua KPK Agus Raharjo di Jakarta, Selasa (22/11/2016).

Lebih jauh kata Agus, pejabat eselon III Ditjen Pajak yang ditangkap berasal dari pusat (bukan Kanwil). “Inisialnya HS (Handang Sukarna, Kasubdit Bukper Ditjen Pajak). Betul,” ujarnya

Dalam OTT tersebut, tim satgas KPK mengamankan beberapa orang yang ada saat kejadian tersebut. Seperti supir, ajudan si pejabat, pejabat yang terlibat, serta si pengusahanya. “Tapi biasanyakan kalau tidak berkepentingan akan dilepaskan,” tegasnya.

Berdasarkan sumber, mereka ditangkap di Spring Hills Kemayoran, Jakarta Selatan. Selain mengamankan orang-orang yang ada saat terjadinya peristiwa itu. Tim satgas KPK juga telah mengamankan uang sejumlah US$ 85.000. Hanya saja Agus enggan membeberkannya, dia hanya menyebut tim KPK telah mengamankan barang bukti berupa uang.
“Yang disita apa pak ? Uang,” pungkasnya.

Ditempat terpisah, Menteri Keuangan Sri Mulyani, memberi apresiasi tindakan KPK. Karena memang korupsi harus diperangi. “Saya senang yang dilakukan KPK, sebetulnya kerja sama dengan Irjen, jadi di dalam Kemenkeu ada unit dan pengawasan yang bekerja kemudian untuk melakukan penindakan sama-sama dengan KPK,” tegasnya.

Dikatakan Ani-sapaan akrabnya, dirinya mendukung langkah pemberantasan korupsi tersebut. “Jadi saya sangat menyambut positif langkah ini yang sebetulnya menjadi suatu signal yang sangat jelas kepada seluruh jajaran kita,” ucapnya

Lebih jauh Sri Mulyani mengatakan sebagian besar pegawai pajak adalah orang-orang yang baik. Tetapi karena ulah segelintir orang, nama institusi tersebut tercoreng. “Saya sangat menghargai langkah KPK seperti saya sebutkan bahwa penyakit korupsi dan ketamakan dari staf di Kemenkeu harus diperangi,” paparnya.

Kemenkeu sudah berikan peringatan kepada Ditjen Pajak yang berada di bawah naungannya agar tak ada praktik pungli, suap, dan lain sebagainya. Sri Mulyani berharap tertangkapnya pejabat Ditjen Pajak ini tak pengaruhi tax amnesty. “Kalau orang korupsi dan tamak tidak akan ada batasnya, dan mereka lah yang harusnya dihilangkan atau diperangi bersama, baik dari internal, baik itu di pajak, bea cukai, orang-orang yang baik harus memerangi orang yang jelek ini,” pungkasnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top