Market

Disparitas Pembangunan di Kabupaten Tangerang Cukup Lebar

Disparitas Pembangunan di Kabupaten Tangerang Cukup Lebar
Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) dan Pengamat Politik Kebijakan Publik Dosen Fisip UNIS Tangerang Adib Miftahul/Foto: A Rohman

TANGERANG, SUARAINVESTOR.COM- Warga Teluk Naga dan Kosambi ramai- ramai ingin bergabung dengan Kota Tangerang, hal tersebut lantaran adanya kesenjangan pembangunan di wilayah Kabupaten Tangerang yang tidak merata. Warga melihat perkembangan pembangunan di wilayah Kota Tangerang lebih maju dan sejahtera.

Ketua DPRD kota Tangerang Gatot Wibowo mengatakan sah-sah saja apabila Warga Teluk Naga dan Kosambi ingin bergabung dengan Kota Tangerang mungkin karena kedekatan geografis dan lainnya. Tetapi ini merupakan hal baru di Indonesia dua wilayah kecamatan ingin bergabung dengan wilayah baru dan proses ini harus melalui Pemkab Tangerang dengan adanya pembicaraan antara dua kepala daerah serta harus ada payung hukumnya.

“Beberapa waktu lalu, Bupati Tangerang dan Walikota Tangerang di acara lepas sambut Kapolres hanya membicarakan Tangerang Timur yakni penyatuan kecamatan Pagedangan, Legok Cisauk dan sekitarnya, keduanya tidak membicarakan pemisahan kecamatan Teluk Naga dan Kosambi,” ujar Gatot Wibowo, Senin (23/5/2022).

Sementara, Direktur Eksekutif Kajian Politik Nasional (KPN) dan Pengamat Politik Kebijakan Publik Dosen Fisip UNIS Tangerang Adib Miftahul, mengungkapkan pertama terkait warga Teluk Naga dan Kosambi berkeinginan bergabung dengan Kota Tangerang ini aspirasi yang sangat wajar tetapi sangat berat untuk direalisasikan.  Karena soal pembagian sudah ada pakemnya, serta benturan dengan undang- undang, sehingga mustahil bisa diakomodir dan yang lebih realistis adalah daerah pemekaran baru seperti pembentukan Kabupaten Tangerang Utara yang ramai digadang-gadang oleh para aktivis.

“Tetapi yang kedua saya kira hanya emosi aspirasi sesaat dari warga Kecamatan Teluk Naga dan Kosambi karena memang kalau kita tahu mungkin ada disparitas pembangunan yang sangat jomplang, warga iri melihat pembangunan Kota Tangerang yang lebih maju ditambah setumpuk persoalan yang ada disana menjadikan emosi aspirasi sesaat warga serta kurang maksimalnya kehadiran dari Pemkab Tangerang dan bergabungnya dua wilayah ini mustahil bisa diwujudkan,” ungkapnya.

Adib menambahkan yang paling realistis yakni ketika adanya daerah pemekaran baru yang santer digadang- gadang oleh aktivis yaitu pembentukan Kabupaten Tangerang Utara dan ini lebih realistis serta bisa diakomodir. ” Tetapi kalau bergabung ke Kota Tangerang, suatu hal yang mustahil bisa dikabulkan. Pasalnya ada undang-undang yang cukup berat untuk disesuaikan,” tandas Adib. ***

Penulis    :   A Rohman

Editor      :   Chandra

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top