Market

Dinkes Aceh Tanggung Biaya Pengobatan Wartawan Aceh Selatan yang Sakit Lumpuh

Dinkes Aceh Tanggung Biaya Pengobatan Wartawan Aceh Selatan yang Sakit Lumpuh
Kepala Dinkes Aceh dr. Hanif saat kunjungi Fathayatul Ahmad/Foto : Istimewa

TAPAKTUAN, SUARAINVESTOR.COM- Pemerintah Provinsi (Pemrov) Aceh melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh, menangani biaya pengobatan Fathayatul Ahmad (29) wartawan yang saat ini mengalami lumpuh akibat Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) usai menjalani vaksinasi.

Kepastian Dinkes Aceh menanggung biaya perobatan, wartawan Media Harian Rakyat Aceh yang juga Anggota PWI Aceh Selatan itu disampaikan oleh  Kepala Dinkes Aceh dr. Hanif saat kunjungi melihat kondisi Fathayatul Ahmad di rumah saudaranya di Gampong  Lamdingin, Banda Aceh, Rabu (29/9/2021).

Imran Joni, Pimpinan Media Harian Rakyat Aceh kepada wartawan dari Banda Aceh via  telepon selularnya, Kamis (30/9/2021) mengatakan, Fathayatul Ahmad saat ini sudah ditangani Pemrov Aceh melalui Dinkes Aceh. “Rencananya akan melakukan fisioterapi seminggu dua kali di Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin (RSUDZA) Banda Aceh. Saat ini Fathayatul Ahmad tinggal dirumah saudaranya,” ujar Imran Joni.

Sementara itu, rekan – rekan media/Pers di Aceh Selatan sedang menggalang donasi untuk meringankan beban kebutuhan keperluan sehari – hari Fathayatul Ahmad selama berada di Banda Aceh. Donasi yang digalang tersebut langsung dikirim oleh masing-masing rekan wartawan maupun donatur lainnya ke rekening Fathayatul Ahmad. “Dengan adanya penggalangan donasi tersebut dapat meringankan kebutuhan sehari – hari Fathayatul Ahmad yang sedang melakukan perawatan berobat di Banda Aceh,” sebut Imran Joni.

Sebelumnya, diduga setelah vaksinasi, Wartawan Harian Rakyat Aceh Fathayatul Ahmad,  mengalami lumpuh, saat ini hanya bisa berbaring akibat kakinya tidak bisa digerakkan lagi pasca divaksin tahap pertama tanggal 12 Juli 2021 di Kecamatan Samadua.

Menurut pengakuan Fathayatul, pasca disuntik vaksin, sudah merasakan kelainan pada tubuh, namun kondisi tersebut tak terlalu menghiraukan karena beranggapan gejala seperti itu juga dialami oleh warga lain setelah vaksin. “Namun selang beberapa Minggu kaki saya sudah sulit saya gerakkan dan akhirnya saya terpaksa di rawat di RSUD-YA Tapaktuan,” Fathayatul.

Diutarakan, Abang kandung Fathayatul Ahmad, Usratul Ahmad, setelah menjalani perawatan di RSUD-YA kondisinya juga tidak kunjung membaik dan akhirnya harus dirujuk ke RSUD-ZA Banda Aceh. Saat ini, adek kami (Fathayatul Ahmad) masih dirawat di RSUD-ZA Banda Aceh dengan kondisi kaki belum bisa digerakkan. Kami sekeluarga sangat prihatin dengan kondisinya. Pasalnya dulu sebelum vaksin kondisi baik – baik saja, namun setelah vaksin, kakinya sudah sulit digerakkan dan harus dipapah.

Dulu sebelum divaksin tidak menderita penyakit lumpuh, dan sewaktu konsul vaksin di Puskesmas adek kami bilang ada penyakit yang di derita yaitu penyakit lambung, tapi tim vaksin mengatakan itu penyakit biasa dan bisa divaksin. “Oleh karena itu, berharap ada pengobatan lebih lanjut biar adek kami bisa beraktivitas paling tidak bisa bekerja dan beribadah,” tegasnya. ***

Penulis : Naidy

Editor  :  Budiono

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top