Industri & Perdagangan

Dinilai Gagal, KPK Diminta Teliti Dana Program Swasembada Bawang Putih

JAKARTA-Kalangan DPR mengaku kecewa dengan program swasembada bawang yang pernah digagas Kementan bersama Pemerintah daerah. Ternyata program tersebut mandeg, alias gagal. “Saya minta KPK turun tangan mengatasi masalah bawang putih. Mana hasil produk tanaman tanggung jawab Importir?,” kata anggota Komisi VI DPR Abdul Wachid kepada wartawan di Jakarta, Jumat (26/4/2019).

Bahkan anggota Fraksi Partai Gerindra ini menduga jangan-jangan importir hanya sekedar mendapat ijin impor, tapi tidak mau menanam bawang putih. “Jadi hanya menikmati iziin impor bawang melulu,” ucapnya.

Dia mengaku sudah dapat informasi bahwa program menanam bawang putih bahwa banyak yang tidak jalan, terutama di Jateng, Jatim, Jabar dan Sulawesi. ”
Jadi program swasembada bawang putih gagal,
Maka KPK wajib turun tangan,” tegasnya.

Pemerintah selalu dalam mengatasi kenaikan harga  komoditas pangan selalu solusinya dengan cara instan yaitu impor dan tidak pernah membuat solusi dari produk sendiri. Tentu ini berbahaya akan selalu menguras devisa.
Padahal Indonesia  mampu mengatasi.

Menurut Wachid, Menteri Pertanian (Mentan) pada 2016-2020 pernah memiliki program swasembada bawang Putih. Dan telah diputuskan bersama Komisi 4 DPR RI, dimana anggarannya cukup besar. Kerjasama dengan Pemda yang mempunyai daerah persawahan di dataran tinggi.

“Program tersebut melekat dengan para importir yang mendapat ijin impor diwajibkan menanam bawang putih sektar 10 Persen dari ijin impor pelaksanaannya kerjasama dng Petani binaan dan Pemda,” jelasnya.

Program tersebut  pemerintah melalui Mentan memberi pinjaman bibit dan biaya garap yang mendapat subsidi.
Begitu petani panen Mentan membeli sebagian hasil panen untuk bibit dan sebagian dijual ke pasar.

Dengan itu, katanya, pemerintah akan merealisasi izin impor 115.000 ton dan akan di lanjutkan impor lagi.

Sedangkan kebutuhan bawang putih nasional sekitar 400.000 ton,
“Mana hasil program Mentan yang telah menggunakan APBN 2016 sampai sekarang,” pungkasnya sambil bertanya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top