Opini

Digitalisasi dan Pengelolaan Big Data Mendongkrak Kinerja Parlemen

Digitalisasi dan Pengelolaan Big Data Mendongkrak Kinerja Parlemen
Agus Eko Cahyono

*) Agus Eko Cahyono

Parlemen seluruh dunia menghadapi tantangan yang sama akibat dampak disrupsi teknologi dan cepatnya arus perubahan globalisasi. Hal ini terjadi karena tuntutan dan gaya hidup masyarakat yang mengingikan kecepatan informasi. Oleh sebab itu, menyambut 77 tahun DPR RI maka keberadaan parlemen modern menjadi sebuah keharusan. Tentu untuk membangun parlemen modern perlu dibarengi dengan kualitas SDM serta berbasis teknologi informasi masa kini. Komponen tersebut sangat diperlukan untuk menjawab tantangan zaman.

Apalagi, kini seluruh aspek pekerjaan dihadapkan pada era VUCA, dimana perubahan yang sangat cepat atau bergejolak (Volatility), ketidakpastian (Uncertainty), Kompleksitas (Complexity) dan tidak ada kejelasan (Ambiguity).

Oleh karena itu, untuk mewujudkan parlemen modern secara nyata, maka setidaknya penyediaan, pengembangan, penelitian dan pengelolaan website parlemen, serta  pusat data harus ada. Dengan langkah digitalisasi laporan, persidangan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) dan berbagai rapat DPR membuat informasi semakin cepat diakses oleh publik.  “Adanya pengembangan dan pengelolaan website ini merupakan persembahan untuk masyarakat Indonesia agar aksesibilitas informasi terhadap masyarakat dapat terwujud,” kata Sekjen DPR Indra Iskandar kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (7/8/2022).

Selain dilengkapi dengan teknologi IT, tanda parlemen modern lainnya, adalah adanya keterbukaan informasi. Karena itu, dengan cepatnya distribusi dan penyebaran agenda serta jadwal rapat-rapat DPR perlu mendapat apresiasi. Apalagi, sidang-sidang Komisi DPR dapat dengan mudah diakses melalui medsos, baik twitter, facebook, youtube dan TV Parlemen.

Keterbukaan informasi dan transparansi menjadi sangat penting saat ini, sebab masyarakat membutuhkan informasi yang cepat dan dapat pula menyampaikan pesan kepada DPR dengan waktu yang efisien. Dampak dari kurangnya keterbukaan, terutama akses informasi dapat menyebabkan kesalahpahaman antara masyarakat dengan DPR.

Adapun beberapa strategi pengelolaan website DPR RI yang bisa dikembangkan ke depan, pengembangan electronic office (e-office) perkantoran. Langkah ini bertujuan, membantu pelaksanaan teknis-teknis rapat DPR.  Sehingga untuk rapat-rapat notulensi, undang-undang, semua perlu direkam sehingga berbasis IT.

Disisi lain, dibutuhkan rencana strategis berupa masterplan pengembangan IT untuk mewujudkan e-office dan arahan pengembangan lainnya. Pun begitu, dengan re-design untuk pengembangan website.

Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pengunjung dalam mengakses. Sehingga mudah memahami informasi secara ringkas lewat seni dan tampilan website. Bisa saja, ada grafis dulu atau animasi dan sebagainya, termasuk ada editing legislasi yang dinilai penting dalam strategi pengelolaan dan pengembangan website. Bahkan kalau diperlukan, dengan menambah fitur-fitur yang makin menarik.

Bigdata Efektikan Kerja

Berbagai perguruan tinggi menyarankan agar Parlemen modern mempercepat pembangunan pengelolaan big data. Karena Big Data memiliki peran penting dan strategis. Sehingga semua kementerian yang telah menyetujui anggaran dan melakukan suatu aturan memiliki data di DPR.

Yang jelas, pengelolaan Big Data memperkuat peran bidang keahlian dan administrasi. Sehingga posisi Kesetjenan DPR RI sebagai sistem pendukung utama parlemen menjadi aktor kunci dalam mewujudkan Parlemen modern.

Dengan kata lain, tidak sekadar mengumpulkan data dan informasi dalam jumlah yang besar, tetapi juga dapat dimanfaatkan secara cepat untuk menerima dan menganalisis berbagai informasi yang berasal dari publik.

Baik itu berupa peristiwa, maupun aspirasi masyarakat bisa masuk ke dalam Big Data DPR. Dengan begitu, setiap keputusan yang diambil DPR RI benar-benar mencerminkan harapan rakyat, baik dalam menjalankan fungsi legislasi, anggaran, pengawasan, dan diplomasi.

Jadi arti penting, keberadaan Big Data DPR RI ini sekaligus upaya parlemen modern untuk mendekatkan diri dengan rakyat menuju keterbukaan parlemen atau Open Parliament, yaitu lembaga legislatif yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.

Malah, pengelolaan Big Data juga akan membawa keuntungan biaya yang signifikan. Hal ini karena mampu menyimpan data dalam jumlah besar dan sekaligus mengidentifikasi cara yang lebih efektif dalam melakukan proses kerja.

Disisi lain, bahkan mampu mengukur kebutuhan dan kepuasan publik, dengan melakukan analisis, sehingga organisasi bisa memenuhi keinginan publik.  Ada dua aspek penting yang perlu mendapatkan perhatian serius dalam membangun dan mengelola Big data, yaitu kemutakhiran sistem informasi teknologi komunikasi serta terkait validasi dan autentifikasi data.

Dari sistem Bigdata ini, maka pengambilan keputusan parlemen menjadi cerdas, lugas, dan adaftif baik saat menjalankan fungsi perancangan UU, fungsi pengawasan, dan fungsi penganggaran yang ada DPR. Dengan begitu, kinerja Parlemen modern bisa lebih maksimal untuk diimplementasikan dalam organisasi, sehingga dapat merespon dinamika perubahan yang terjadi.

Parlemen saat ini terus berbenah dan merespon perubahan lingkungan yang makin dinamis, Langkah ini semata-mata demi peningkatan kualitas pelayanan bagi DPR RI yang berbasis digital. Kerja dan pelayanan tersebut tentu untuk peningkatan efektifitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pelayanan. ***

*)  Wartawan Suarainvestor.com

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top