Nasional

Di Tengah Ancaman Radikalisme, MPR Harus Jadi Perekat NKRI

DENPASAR, SUARAINVESTOR
COM -Wakil Ketua MPR RI H. Jazilul Fawaid berharap MPR RI menjadi rumah kebangsaan dan perekat NKRI di tengah ancaman deaintegrasi bangsa, dengan menguatnya radikalisme, sparatisme, sekulerisme, liberalisme dan kapitlisme, yang menyimpang dari Pancasila.

“Dalam kondisi bangsa saat ini MPR harus jadi rumah.yang nyamam.bagi semua. Karena MPR RI posisinya sangat strategis sebagai penyambung  positif untuk memperkokoh NKRI,”  demikian Jazilul Fawaid.

Hal itu disampaiikan dalam acara pressgathering dengam wartawan koordinatpriat wartawan parlemen di Denpasar, Bali, Jumat (15/11/2019) malam.

Karena itu , Jazilul minta kalangan pers membantu menyebarkan berita-berita yng positif dan konstruktif untuk memperkokoh NKRI. “Semaksimal mungkin semua harus.memghentikan berita hoaks, fitnah, dan provoatif yang berpotensi memecah belah masyarakat, bangsa dan negara,” katanya singkat.

Ketua Fraksi Demokrat MPR RI Benny K. Harman menegaskan di tengah ancaman tersebut bagi MPR RI yang akan membahas GBHN dan amandemen UUD NRI 1945 harus berpegang pad konsensus empat piar kebangsaan (Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI).

“Proses amandemen tak boleh keluar dan menyimpang dri konsensus tersebut.  Semua harus kedepankan kepentingan bangsa dan megara,” kata Benny.

Setidaknya ancaman itu meliputi ketidakadilan, kemiskinan, dominannya kepentingan kelompok, oligarki politik, radikalisme yang melahirkn premanisme politik, terorisme, sekularisme yang ingin memisahkan berbangsa dan bernegara ini dengan religiusme dan Pancasila.

“Kebhinnekaan saat ini menjadi risau dengan munculnya kompetisi antar kelompok. Jadi, amandemen dan GBHN yang akan dibahas MPR RI tak boleh keluar dari konsensus empat pilar MPRVRI,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top