Nasional

Demokrat: Penyelamatan Rakyat dan Ekonomi Hadapi Covid-19 Sudah Tepat

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), Ketua Fraksi Partai Demokrat dan Wakil Ketua Banggar DPR RI meminta di era masa transisi ekonomi ini pemerintah bisa menstimulasi perekonomian dengan menjaga daya beli masyarakat atau keep buying strategy.

“Pemerintah bisa mengambil langkah-langkah kebijakan yang pro pertumbuhan (pro growth), pro pengentasan kemiskinan (pro poor) dan pro penciptaan lapangan kerja (pro job), dan penyelamatan nyawa rakyat dan perekonomian di era covid-19 ini sudah tepat,” tegas Ibas, Selasa (16/6/2020).

Menurut Ibas, asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 4,5 – 5,5 persen terlalu optimistis. Terutama saat Covid menyebabkan banyak pengangguran yang nota bene akan mengganggu konsumsi.
Bahwa target inflasi sebesar 2,0-4,0 persen dan asumsi nilai tukar pada kisaran Rp.14.900–Rp.15.300 per dolar cukup realistis dan harus tetap dijaga. Tapi, kata Ibas, tingkat suku bunga SBN 10 tahun pada kisaran 6,67–9,56 persen cukup realistis ditengah situasi ekonomi global yang melambat dan penuh dengan resiko.

Dikatakan, beberapa kritik membangun dalam pandangan tersebut, diantaranya perlunya perbaikan tata kelola hulu migas demi memenuhi asumsi lifting yang sering kali tidak tercapai, tingginya target penerimaan dalam bentuk rasio penerimaan pajak tahun 2021, dan perlunya kajian anggaran K/L non-esensial.

Karena itu dia mengingatkan bahwa jika defisit anggaran menembus angka 6 persen PDB, dikhawatirkan akan menimbulkan krisis susulan dengan kondisi yang lebih berat dari krisis moneter1998 dan krisis Subprime Mortgage di era SBY tahun 2008 lalu. Karena hal itu akan membebani rakyat, terutama mengingat proses pemulihan dari krisis 1998 memakan waktu lebih dari 5 tahun.

Selain itu, Ibas mengingatkan pemerintah bahwa reformasi ekonomi untuk keluar dari Middle Income Trap (MIT) membutuhkan investasi yang tinggi. Kebijakan penanganan MIT membutuhkan investasi manusia yang insentif dan memakan biaya yang cukup besar demi merubah perekonomian Indonesia dari resource-based economy menjadi knowledge-based economy. “Di tengah krisis Covid-19 ini, fokus kebijakan itu sudah tepat untuk penyelamatan nyawa dan sektor perekonomian,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top