Nasional

Demokrat Akui Ada Indikasi Makar pada Orasi Eggi Sudjana

JAKARTA, Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat (PD) Ferdinand Hutahaean sepakat dengan keputusan kepolisian yang mengkategorikan pidato Eggi Sudjana pada 17 April sebagai makar.

“Dalam orasi Eggi Sudjana di halaman rumah Capres Prabowo Subianto yang berlokasi di Jl. Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, itu memang memiliki indikasi penggulingan kekuasaan yang sah, tanpa melalui tahapan demokrasi yang sudah ditentukan,” tegas Ferdinand, Kamis (9/5/2019).

Menurut Ferdiand, kalau mendengar orasinya Bung Eggi yang menyatakan ‘people power’ akan mempercepat Prabowo dilantik bahkan sebelum Oktober’, itu artinya bisa diartikan memang akan ada penggulingan kekuasaan yang sah.

Karena itu kata Ferdinand, secara norma hukum yang ada jika ada upaya penggulingan kekuasaan di luar proses demokrasi memang ada indikasi pelanggaran hukum atau bisa dikatakan makar.

“Kalau bicara norma hukum, memang kalau ada upaya penggulingan kekuasaan di luar demokrasi artinya memang itu bisa masuk kategori makar,” ujarnya.

Untuk itu lanjut Ferdinand, wewenang kepolisian tentu polisi berwenang sebagaimana amanat Undang-undang bahwa mereka menjaga dan sebagai penegak hukum berhak menindak siapapun yang melanggar hukum.

Hanya saja dia berharap, agar kepolisian tidak terburu-buru menindak Eggi Sudjana. “Akan lebih bijak jika Eggi diberi peringatan atau ditegur terlebih dahulu bahwa apa yang dia ucapkan tidak benar atau salah,” pungkasnya.

Sebelumnya, anggota Penasihat Persaudaraan Alumni 212 Eggi Sudjana mengaku telah ditetapkan sebagai tersangka kasus kejahatan terhadap keamanan negara atau makar. Eggi mengaku telah mendapatkan surat dari polisi untuk diperiksa sebagai tersangka pada Senin, 13 Mei 2019.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top