Infrastruktur

Demi Proyek Tol Gempol-Bangil, Enam Lahan Dieksekusi

PASURUAN-Sedikit demi sedikit lahan-lahan yang menjadi penghambat proyek tol Gempol-Bangil mulai dibereskan. Ada enam bidang lahan di Dusun Kepuhrejo, Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan yang dieksekusi demi kelancaran proyek nasional. “Eksekusi berjalan lancar. Sebelumnya kami sudah lakukan sosialisasi dan pendekatan persuasif kepada warga,” kata Ketua PN Bangil, Gutiarso dalam siaran persnya, Kamis (30/3/2017).

Gutiarso menjelaskan PN Bangil menerima penitipan uang pembayaran 25 bidang lahan yang terdampak jalan Tol Gempol-Bangil dari negara. “Putusan itu berdasarkan bukti-bukti sudah lengkap bahwa lahan tersebut harus digunakan untuk kepentingan negara dalam hal ini fasilitas umum yakni jalan tol,” ucapnya.

Sebelum melakukan eksekusi, kata Gutiarso, pihaknya sudah memanggil pihak pelapor dalam hal ini pihak pejabat pembebasan lahan tol dan pihak terlapor yakni pemilik lahan untuk memfasilitasi musyawarah mufakat. Setelah 14 hari para terlapor tak mengambil uang pembayaran, pihaknya kemudian menggelar sidang dan memutuskan eksekusi. “Bukti-bukti tersebut antara lain SK Gubernur, bukti bukti sudah ada tim penafsir harga lahan dan lainnya,” terangnya.

Pelaksanaan eksekusi dibantu ratusan personel gabungan TNI, Polri dan Satpol PP. Ekseskusi berlangsung tanpa halangan dari pemilik rumah meski sebagian dari mereka tampak masih belum merelakan rumahnya dirobohkan denmgan alat belat.

Petugas juru sita membacakan keputusan dari PN Bangil. Para pemilik rumah yang sebelumnya sudah mendapat pemberitahuan dengan sukarela memindahkan barang-barang mereka.

Sebelum dua alat berat meratakan bangunan, petugas membantu mengeluarkan barang-barang yang besar dan berat. Meski tak ada perlawanan dan halangan, ratusan personel keamaman tetap bersiaga hingga proses eksekusi selesai.

Dari 25 bidang lahan tol Gempol-Bangil, saat ini tinggal 10 bidang lahan yang masih dalam proses mediasi dan persidangan. “Kami berharap para pemilik lahan segera menerima dan mengambil uang pembayaran lahan mereka yang terdampak tol, karena ini untuk kepentingan umum,” tandas Gutiarso.

Tol Gempol-Bangil merupakan bangian dari Tol Gempol-Pasuruan. Pengerjaan tol Gempol-Pasuruan terbagi dalam tiga seksi, yakni seksi I Gempol-Bangil sepanjang 13,9 kilometer, seksi II dari Bangil-Rembang sepanjang 8,1 kilometer dan seksi III Rembang-Pasuruan sepanjang 12,15 kilo meter.

Proses pengerjaan konstruksi seksi Gempol-Bangil sudah hampir tuntas dan hanya menyisakan di lahan yang belum dibebaskan. Sementara seksi Bangil-Rembang sudah selesai dan siap dioperasikan. Untuk seksi Rembang-Pasuruan masih proses pembebasan lahan. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top