Perbankan

Defisit APBN 2025 Disepakati Dibawah 3 Persen

Defisit APBN 2025 Disepakati Dibawah 3 Persen
Menteri Keuangan Sri Mulyani Inderawati/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM– Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan sepakat menjaga defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2025 berada di bawah 3 persen. Hal ini karena fokus dari kebijakan fiskal 2025 adalah untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan, dan kemajuan antar daerah.
“Komitmen untuk menjaga defisit di bawah 3 persen akan tetap dipegang agar disiplin dari APBN bisa terjaga dan itu juga untuk meningkatkan kualitas serta stabilitas sehingga pemerintah baru bisa fokus untuk mendeliver  program-program prioritasnya,” katanya di Jakarta, Sabtu (6/4/2024).

Lebih jauh Sri Mulyani menjelaskan bahwa beberapa fokus seperti hilirisasi, transformasi hijau, pembangunan infrastruktur, sumber daya manusia (SDM) unggul, inklusivitas, dan reformasi birokrasi masih akan tetap dilakukan. “Kemudian untuk berbagai program-program terutama di bidang SDM seperti pendidikan, kesehatan dan perlindungan sosial, diyakinkan bahwa itu sudah mewadahi berbagai program-program yang menjadi prioritas dari pemerintah yang akan datang,” ujar Sri Mulyani.

Lebih lanjut, Ani-sapaan akrabnya menyatakan saat ini pemerintah saat ini masih terus menajamkan berbagai desain maupun postur APBN 2025, namun tetap menjaga proses politik secara baik. “Sehingga tidak menimbulkan persoalan mengenai persepsi maupun dari sisi legitimasi dari proses penyusunan APBN itu sendiri. Jadi, APBN 2025 tetap akan kami susun,” ucapnya lagi.

Selain itu, kata dia, komunikasi dengan pemerintahan baru juga akan dilakukan perihal program-program prioritas yang akan dilaksanakan tersebut. “Komunikasi dengan transisi pemerintahan baru juga akan dilakukan. Posturnya tetap melihat kepada program-program prioritas yang memang akan dilaksanakan oleh pemerintahan baru ini dan postur akan tetap menjaga yang disebut disiplin dan kebijakan fiskal yang hati-hati termasuk defisit yang di bawah 3 persen,” pungkasnya. ***

Penulis    :  Iwan Damiri

Editor      :  Kamsari

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top