Headline

Dana POP Harus Terserap, Jazilul: Dunia Pendidikan Menjerit Butuh Bantuan

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid meminta Kemendikbud tetap meneruskan kebijakan pemberian dana untuk Penggerak Organisasi Pendidikan (POP). Meski ada sejumlah organisasi yang mundur dari pelaksanaan POP. “Ya karena memang dunia pendidikan itu membutuhkan dana yang sangat besar, kalau tidak ada POP tentu mengganggu proses belajar mengajar,” katanya usai acara “Fun Bike To Nation” di Jakarta, Minggu (26/7/2020).

Lebih jauh kata Jazil-sapaan akrabnya, sekarang ini dunia pendidikan sangat menjerit dan membutuhkan bantuan. Coba saja lihat, anak-anak sekolah yang tidak punya kuota internet dan wifi di rumah, sangat terhambat aktifitasnya.
“Jadi cari solusi lah, segera evaluasi dan segera dilaksanakan sesuai dengan situasi agar tepat sasaran,” tambahnya.

Menurut Jazil, dana POP itu merupakan uang rakyat yang harus dilaksanakan. Karena memang sudah disiapkan alokasinya dalam APBN. Namun demikian pelaksanaan di lapangan memang harus tepat sasaran. Artinya keberadaan dana ini tidak boleh berhenti dan harus diserap oleh masyarakat. “Kalau memang programnya dinilai tidak cocok, maka harus dibuat yang cocok, bebaskan saja membuat program yang cocok asal demi kepentingan rakyat. Buat kegiatan yang baru dan sesuai dengan kondisi pandemi,” terangnya.

Kalau serapan rendah, lanjut Alumnus Institut Ilmu Quran (IIQ), maka uang beredar artinya rendah. Sekarang ini masyarakat sedang menjerit, mestinya bisa membuat kegiatan yang merangsang pertumbuhan ekonomi, karena selain membantu menyerap anggaran, juga membantu ekonomi masyarakat.

Saat ditanya agar tepat sasaran harus diaudit, Waketum PKB tak membantah setiap dana APBN yang disalurkan ke organisasi harus diaudit hasilnya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kepada publik. “Audit mulai internal, yakni inspektorat, BPK, KPK, semua bisa mengaudit. Tapi jangan karena polemik, sehingga dana itu tak bisa disalurkan,” imbuhnya.

Seperti diketahui,
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menganggarkan dana sekitar Rp595 miliar per tahun demi menyokong Program Organisasi Penggerak yang menjadi bagian dari misi Merdeka Belajar Episode 4.

Dana tersebut akan dikucurkan kepada organisasi masyarakat terpilih untuk menjalankan program-program pelatihan guru dan kepala sekolah agar memiliki kompetensi menciptakan anak didik yang berkualitas dalam segi ilmu maupun karakter. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top