Nasional

Dampak Covid-19, Taman Wisata Sejarah Tangerang Sepi

Dampak Covid-19, Taman Wisata Sejarah Tangerang Sepi

*) Daffa Irsan

 

Pandemi Covid-19 yang berlangsung cukup lama membuat suasana lokasi wisata sejarah dan taman-taman wisata Tangerang sepi pengunjung.

Salah satu lokasi wisata sejarah Tangerang, misalnya, tempat peristirahatan para pahlawan bangsa yang terletak sebelah barat Lapas anak pria Tangerang. Di situ, berjejer Makam Pahlawan Taruna. Di taman makam ini, dikebumikan para perwira yang gugur pada masa perjuangan, terutama korban pertempuran Lengkong.

Taman makam pahlawanyang dikelola Pemkot Tangerang bagian umum ASDA II yang beralamat di Jl. TMP Taruna No. 29 RT.001/RW.001 Sukaasih Kec. Tangerang, Kota Tangerang, terdapat 48 pahlawan yang dikebumikan.

Dampak Covid-19, Taman Wisata Sejarah Tangerang Sepi

Empat puluh lima pahlawan dikenal sebagai korban langsung pada pertempuran Lengkong, sementara tiga lainnya merupakan pahlawan tak dikenal. Salah satu pahlawan yang dimakamkan di sini adalah Daan Mogot, yang menjadi nama jalan penghubung antara Jakarta dengan Tangerang.

Taman ini adalah tempat pemakaman ulang yang dibangun tahun 1967 oleh pemerintah Kabupaten Tangerang (saat itu Kota Tangerang belum terbentuk).

Tempat ini dijadikan bukti perjuangan pemuda Tangerang dalam mempertahankan kemerdekaan.
Selain makam, di tempat ini juga terdapat dua relief dan sebuah tugu. Dua relief masing -masing menceritakan suasana Akademi Militer dan Peristiwa Lengkong.

Sementara, tugu yang berada di bagian utara makam bertuliskan nama-nama pahlawan yang dimakamkan di taman makam ini.

Selain itu, di taman ini terdapat pula museum juang taruna yang berisi foto-foto sejarah para taruna saat menempuh pendidikan akademi militer Tangerang dan juga foto-foto para pejuang kemerdekaan.

Di dalam museum tersebut juga terdapat cerita dibalik terjadinya peristiwa Lengkong dan tertulis nama-nama dari para pahlawan yang dikubur di situ.

Taman tersebut memiliki suasana yang terasa cukup asri dengan keberadaan pohon -pohon rindang yang terdapat di situ. Akan tetapi, pada malam hari taman tersebut terkesan angker dengan adanya dua pohon beringin yang berjajar seakan membuat gerbang menuju kompleks pemakaman.

Dampak Covid-19, Taman Wisata Sejarah Tangerang Sepi

Lampu-lampu yang bercahaya redup menambah kesan angker tersebut.
Pada siang hari sendiri, taman tersebut jarang sekali dikunjungi oleh para pengunjung maupun peziarah.

Rata-rata, orang-orang malas untuk mengunjungi taman tersebut karena kurangnya daya tarik yang disuguhkan oleh taman tersebut, berhubung taman tersebut adalah kompleks pemakaman.

Untuk museum sendiri memiliki nasib yang sama dengan taman makam. Akan tetapi, untuk museum beberapi kali digunakan oleh komunitas yang untuk mengadakan acara.
Taman makam sendiri hanya ramai oleh pengunjung ketika peringatan peristiwa pertempuran Lengkong pada 25 Januari dan juga peringatan hari pahlawan pada 10 November setiap tahunnya.

Dampak Covid-19, Taman Wisata Sejarah Tangerang Sepi

Pada masa pandemi seperti ini, Taman Makam Pahlawan Taruna tetap terbuka untuk umum. Akan tetapi, untuk museum sendiri terpaksa ditutup untuk mencegah penyebaran Covid-19. Pada masa pandemi seperti ini taman makam semakin terasa sekali kurangnya kunjungan. Akan tetapi, petugas yang berjaga di taman makam tetap berusaha merawat dan menjaga tempat bersejarah tersebut.

Bagi anda yang ingin mengetahui mengenai TMP Taruna sayang sekali tidak ada website maupun akun media sosial yang khusus membahas atau memberikan update tentang fasilitas maupun jam kunjungan. Anda harus berkunjung langsung untuk mengatahui perkembangan fasilitas taman tersebut. ***

 

*) Mahasiswa UNIS, Semester 5, Jurusan Ilmu Komunikasi

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top