Nasional

Cuitan Di Twitter, Fahri Hamzah Mengaku Tidak Kapok

JAKARTA-Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah mengaku tidak kapok menuangkan pikirannya melalui cuitan di twitter meski dilaporkan ke Mahmakan Kehormatan Dewan (MKD) DPR terutama cuitannya soal TKI. Bahkan dua organisasi buruh sudah melaporkan hal itu ke MKD. Dia berpendapat cuitannya di twitter adalah bagian dari komunikasinya dengan masyarakat. “Harus makin aktif (di twitter) dan siap menerima resiko atas apa yang di twitt-kan. Ini adalah bentuk komunikasi saya dengan rakyat. Saya tidak akan kapok,” katanya di di Jakarta, Selasa, (31/1/2017).

Seperti diketahui, Fahri diadukan Migrant Care karena cuitan di twitter yang menuliskan “Anak bangsa mengemis menjadi babu di negeri orang dan pekerja asing merajalela.” Selanjutnya pada Senin,(30/1) kemarin, politisi PKS tersebut diadukan oleh Lingkaran Aku Cinta Indonesia (LACI).

Fahri menambahkan pasca pelaporan itu, banyak pihak yang memintanya untuk berhenti menuangkan gagasan di twitter, namun hal itu seperti anti demokrasi dan dirinya berpendapat bahwa keributan karena cuitan di sosial media adalah bagian untuk menyehatkan demokrasi. “Saya putuskan untuk tidak berhenti. Kalau tidak ribut tanda tidak hidup, jadi harus ribut. Bangsa demokrasi adalah bangsa yang ribut, rakyat demokrasi adalah rakyat yang cerewet, kecerewetan itu mendewasakan kita. Cerewet itu sehat yang penting kita positif,” ujarnya

Dirinya pun menegaskan membiarkan proses pelaporannya sebagai bagian dari demokrasi, meski dirinya menjadi Ketua Timwas TKI tidak pernah berupaya apapun untuk mengintervensi hal tersebut. “Saya enggak ada, saya gak mau intervensi kewenangan atau hak orang untuk melaporkan. laporan adalah hak mereka,” demikian Fahri.

Dalam kesempatan itu Fahri juga memaparkan dirinya memiliki data dan video tentang human trafficking atau perdagangan manusia yang dengan memanfaatkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI), seperti yang terjadi di Timur Tengah. Bahkan, dia menjelaskan kalau kondisi WNI di Timur Tengah tidak diberikan kehidupan yang layak. “Sampai pagi ini saya masih mendapatkan laporan human trafficking, penjualan manusia. Saya juga punya data dan video tentang itu,” kata Fahri kepada wartawan usai menerima anggota Timwas TKI dari F-PDI Perjuangan DPR RI, Rieke Diah Pitaloka di Gedung DPR RI, Selasa (31/1).

Soal data dan video yang dimilikinya, politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini berjanji akan menyampaikan ke awak media, tentang TKI yang diperlakukan seperti budak. “Mohon maaf, perempuan Indonesia ke luar negeri dan terungkap terus menerus bahkan anggota Timwas ini Rieke Dyah Pitaloka mengungkapkan adanya perdagangan 1.000 manusia ke beberapa negara di Timur Tengah dengan menggunakan mekanisme visa yang ilegal,” paparnya.

Sementara itu anggota Komisi VI DPR Rieke Diah Pitaloka menyebut adanya praktik perdagangan manusia yang berkedok pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Arab Saudi. Dia lantas menyebut salah satu perusahaan, yakni Team Time Co (TTCo) yang berpusat di Jeddah. “Koordinasi tim kami di Saudi dengan KJRI Jeddah terus dilakukan untuk melakukan penelusuran dan penyelidikan. Diperoleh angka yang mengejutkan. Saya menilainya sebagai indikasi kuat perdagangan manusia terhadap tidak kurang dari 1.141 orang,” kata anggota Komisi IX DPR RI ini.

Diungkapkan bahwa sejak 25 Februari 2016, sudah diterbitkan visa dari Jakarta untuk 690 orang. Pada 2 Mei 2016 dikeluarkan visa untuk 999 orang, seluruhnya untuk cleaning service. Lanjut dia, penelusuran sementara diajukan visa 1.689 orang oleh pihak TTCo ke Kedutaan Saudi di Jakarta.”Ternyata para TKI tersebut tidak bekerja. Mereka berada di penampungan milik TTCo di daerah Obhur, Kota Jeddah,” bebernya.

Untuk itu, Rieke memberikan rekomendasi politik kepada pemerintahan Presiden Jokowi agar mendukung penuh terhadap KJRI Jeddah untuk membongkar indikasi perdagangan manusia berkedok pengiriman TKI yang dilakukan TTCo. “Selamatkan, lindungi TKI korban indikasi perdagangan manusia, kembalikan ke keluarganya di Indonesia dengan selamat,” imbuhnya.

Sementara Lingkaran Aliansi Cinta Indonesia sebagai salah satu LSM yang melaporkan Fahri menegaskan kedua pihak tetap sepakat laporan tersebut harus tetap ditindaklanjuti MKD.‎ Dalam pertemuan ini juga dihadiri oleh Anggota Tim Pengawas Tenaga Kerja Indonesia Rieke Diah Pitaloka dan sejumlah elemen TKI lainya.

“Masalah melaporkan ke MKD, Bapak Fahri tidak minta dicabut. Jadi, pihak MKD yang selesaikan pekerjaannya. Tetap kita lanjutkan‎ terserah kepada MKD seperti apa prosedurnya,” kata Nur Halimah usai pertemuan. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top