Pertanian

Bupati Banyuwangi : Stok Beras Aman, Inflasi Terjaga

BANYUWANGI-Pemkab Banyuwangi optimis produksi beras bisa melebihi target. Sehingga stok beras bisa aman hingga satu tahun lebih. “Ini juga berpengaruh pada terjaganya inflasi daerah,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Rogojampi, Minggu (19/2/2017).

Anas menyebutkan stok pangan saat ini berjumlah 30 ribu ton. Jumlah tersebut cukup untuk kebutuhan pangan hingga 17 bulan kedepan.
“Ketersediaan bahan pangan yang cukup akan menjaga stabilitas harga pangan,” ujarnya.

Sementara itu Kepala Sub Divisi Regional 9, Bulog Banyuwangi, Raden N Gunadharma menargetkan bisa menyerap gabah petani sebanyak 60 ribu ton setara beras (STB).

Bulog membeli gabah kering panen (GKP) dari petani seharga Rp 4.000 per kilogram, lebih tinggi dari harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp 3.700 per kilogram (kg). “Target 60 ribu ton ini merupakan 10 persen dari surplus produksi beras Banyuwangi. Tapi kami optimis bisa melampaui target ini karena pada tahun 2015 lalu dari target penyerapan 55 ribu ton bisa terserap 60 ribu ton,” katanya.

Selain menyerap gabah petani, Bulog juga menyiapkan cadangan pangan bagi Banyuwangi dan mengirim pasokan beras ke daerah defisit beras seperti NTT dan Papua.”Kita kirim ke daerah defisit seperti NTT dan Papua,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi Arief Setiawan, menambahkan, saat ini luas tanam padi masyarakat sampai dengan pertengahan Februari sebesar 54.515 hektar. Dari luas itu seluas 16.351 hektar telah panen dengan produksi gabah sebanyak 111.549 ton.

Dari jumlah itu jumlah beras yang telah diserap oleh Bulog sampai dengan 16 Februari sebanyak 868,55 ton. Jumlah ini masih kecil sebab belum semua wilayah di Banyuwangi melakukan panen.
“Baru sedikit wilayah yang panen kami memperkirakan serapan Bulog akan tinggi saat panen raya padi bulan Maret-April dan Juli Agustus mendatang,” sambung Arief saat kunjungan.

Arif berharap agar jumlah serapan beras Bulog dari petani bisa terus ditingkatkan lantaran surplus beras Banyuwangi cukup tinggi. Pada 2016 lalu jumlah produksi beras Banyuwangi sebanyak 790.623 ton gabah atau setara 499.673 ton beras. Sedangkan jumlah konsumsi masyarakat 143.710 ton.”Surplusnya mencapai 300 ribu ton lebih, sebagiannya dibawa keluar Banyuwangi,” imbuhnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top