Perbankan

Bunga Kredit Pengusaha Mikro Disarankan Dihapus

Bunga Kredit Pengusaha Mikro Disarankan Dihapus

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Dampak pandemi Covid-19 sangat luar biasa, karena memukul semua sektor kehidupan, tak terkecuali pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Bahkan para nasaban yang menggunakan kredit tanpa agunan (KTA) sangat kesulitas membayar cicilan.

“Yang berat sekarang, nasabah KTA (kredit tanpa anggunan), baik PNS maupun usaha kecil di pasar yang hanya pinjam 10 juta sampai Rp15 juta tanpa agunan, sekarang dalam keadaan yang sulit sekali,” kata Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad dalam diskusi empat pilar MPR RI “Sidang Tahunan MPR RI, Optimisme dan Harapan di Tengah Pandemi” di, Jakarta, Senin (10/8/2020).

Lebih jauh Fadel menyarankan pemerintah agar mengambil kebijakan menghapus saja, bunga kredit KTA. Karena bisa membantu nasabah-nasabah kecil. “Saya berpendapat kalau boleh yang ini, nol saja bunganya, itukan hanya Rp145 triliun. Jadi sekitar 10 juta sampai 11 juta rakyat yang menggunakan itu,” tambahnya.

Namun demikian, kata mantan Gubernur Gorontalo, bagi nasabah yang memiliki kemampuan diberi kesempatan untuk mengembalikan cicilan kreditnya. “Kalau ada yang mau mengembalikan silahkan. Oke, dikembalikan dengan keringanan tertentu selama setahun,” tegasnya.

Oleh karena itu, lanjut Fadel, MPR meminta agar pelaku usaha UMKM diberi keringan bunga serendah mungkin. Begitupula dengan korporasi besar diberikan kemudahan agar bisa bangkit. “Jadi usaha kecil diberi bunga sekian persen dan korporasi besar diatur dengan ada kemudahan. Ini yang diharapkan oleh rakyat. Sehingga bisa mendengar pada sidang tahunan¬†14 Agustus 2020. Jadi kita ingin ada sesuatu yang greget ,” terangnya lagi.

Menurut Fadel, keberadaan likuiditas itu sangat penting, karena sekarang ini likuiditas keuangan itu sangat ketat sekali. Jadi banyak pengusaha yang dapat izin kredit sekitar Rp100 miliar, namun realisasinya baru ambil Rp20 Miliar. Sementara sisanya distop. Jadi tidak bisa dicairkan. Sehingga sekarang ini semuanya dalam kondisi menunggu,” pungkasnya. ***

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top