Headline

Bulog Bisa OP Jagung Di Tulungangung dan Blitar

TULUNGAGUNG-Dua kabupaten, yakni Tulungagung dan Blitar perlu diantisipasi kebutuhan pakan ternak, terutama jagung. Bukan tidak mungkin, operasi pasar (OP) jagung akan digelar hingga menjelang musim panen jagung. “Harga tersebut lebih mahal dari harga jagung lokal yang kini di kisaran Rp3.850 per kilogram. “Harga jagung per-kilonya Rp3.895 diambil di depan pintu gudang Bulog, artinya terbebas biaya panggul,” kata kata Kepala Badan Urusan Logistik Sub Divisi Regional (Bulog Subdivre) Tulungagung Budi Cahyanto di Tulungagung, seperti mengutip Madiun Pos, Kamis (26/1/2017).

Dia menjelaskan harga jual jagung melalui program OP adalah Rp3.895 per kilogram. Saat ini sebenarnya di wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Blitar ada petani yang memanen jagung. Namun volumenya diprediksi kecil sehingga diperkirakan tidak dapat mencukupi kebutuhan peternak lokal. “Informasi yang didapat, untuk jagung lokal tidak dapat mencukupi kebutuhan sehingga kami putuskan menggelar OP jagung ini guna menghindari terjadinya kelangkaan jagung di pasaran,” tambahnya.

Menurut Budi, total yang kami sediakan ada 1.500 ton dengan rincian 500 ton untuk memenuhi kebutuhan di wilayah Kabupaten Tulungagung dan 1.000 ton lainnya untuk Blitar. Penyediaan pasokan jagung dalam volume besar dilakukan untuk mengantisipasi menurunnya jumlah pasokan di pasaran yang biasanya diikuti kenaikan harga jagung. “Fenomena La Nina yang mengakibatkan hujan berkepanjangan selama kurun setahun terakhir menyebabkan produksi jagung di tingkat petani turun drastis,” ujar dia.

Budi menambahkan, kualitas jagung yang disediakan Bulog, di mana kadar air sekitar 11%-14%, baik untuk pakan ternak. “Itu dijamin oleh pemerintah kadar 11 persen hingga 14 persen, ini sangat baik untuk konsumsi pakan ternak,” katanya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top