Nasional

Bukber TMP, Yenny Ajak Civil Society Perkuat Nilai Pancasila

JAKARTA-Kelompok civil society harus bersama-sama dan membantu pemerintah dalam mencegah radikalisme di kalangan generasi muda. Civil society juga harus membantu pemerintah dalam mensosialiasikan nilai-nilai Pancasila.”Keterlibatan masyarakat ini mutlak sebab bisa menyukseskan program pemerintah dalam mencegah radakilsme, khusunya di kalangan generasi muda,” kata puteri almarhum Gus Dur, Yenny Wahid, di selam acara Buka Puasa Bersama yang dilaksanakan DPP TMP dengan tema ‘Kita Genggam Erat Nilai Demokrasi dan Kebhinbekaan” di kantor DPP TMP, Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis sore (22/6).

Indonesia sendiri, menurut Yenny, cukup berperan banyak dalam mencegah radikalisme di kalangan generasi muda yang menurut survei cukup menguat. Hal ini berbeda dengan di negara-negara lain yang seakan-akan pemerintah berjalan sendirian dalam memerangi radikalisme.
“Di Indonesia, kekuataan civil society sangat kuat untuk menebarkan toleransi, dan mengisi ruang publik dengan hal positif. Sekarang yang harus dilalukan adalah langkah sistematis dan komprehensif yang disepakti semua pihak,” ungkap Yenny.

Sementata itu, pembicara tunggal acara ini, Sinta Nuriyah Wahid, yang merupakan istri almarhum Presiden ke-4 KH Abdurrahman Wahid, juga mengajak semua pihak untuk benar-benar mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan yang nyata dan menjaga kebhinekaan
“Bhinneka Tunggal Ika harus ditingkatkan terus di tengah-tengah masyarakat. Karena negara kita sedang terombang ambing karena ada yang menggoyang nilai-nilai Pancasila. Karena itu, saya selalu mengajak peserta dalam setiap acara untuk menyanyikan lagu Indonesia raya,” kata Sinta.

Sinta bercerita sejak 17 tahun lalu ia menggagas sahur bersama dengan kelompok-kelompok yang selama ini termarginalkan. Diantaranya kaum miskin kota dan para pemulung. Ia pula mengajak tokoh-tokoh lintas agama dalam program ini  sebagai rasa hormat dan cinta kasih kepada umat Islam sehingga kaum  muslim bisa menjalankan ibadah puasa dengan baik.
“Inilah kebhinnekaan yang kita perjuangkan,” ungkap Sinta

Dalam kesempatan ini, Sinta mengajak semua pihak untuk menjaga nilai-nilai Pancasila. Diantaranya adalah Persatuan Indonesia.
“Buka bersama di TMP ini merupakan bukti nyata Persatuan Indonesia,” ungkap Shinta.

Sementara itu dalam sambutannya, Ketua Umum DPP TMP, Maruarar Sirait mengajak semua para hadirian dan terutama para aktivis gerakan mahasiswa untuk terus menjaga dan mengamalkan Pancasila dalam kehidupan seharu-hari. Maruarar pun memuji Sinta Nuriyah Abdurahman Wahid yang menjadi pembicara tunggal dalam acara buka puasa bersama ini. 

Menurut Maruarar, Sinta Nuriyah merupakan sosok pemersatu bangsa, yang membuktikan kesetiannya pada Pancasila bukan semata dalam perkataan melainkan juga dalam perbuataan. Sinta Nuriyah, sebagaimana sang suami Presiden Ke-4 KH Abdurrahman Wahid merupakan, sosok penjaga Pancasila.”Saya hormat betul kepada Ibu Sinta Ini. Beliau adalah pembela Pancasila lahir dan bathin. Dan ini terlihat dari perkataanya selama ini, juga dalam acara yang beliau selenggakan. Pergaulannya pun jelas menunjukkan bahwa beliau adalah menjaga Pancasila,” kata Maruarar.

Maruarar tahu persis posisi Gus Dur dan Sinta Nuriyah dalam menjaga Pancasila sebab keluarga Gus Dur dan keluarga ayahnya Sabam Sirait sangat dekat. “Ibu Sinta ini teladan yang sungguh-sungguh. Tidak banyak pemimpin yang menjadi teladan dalam Pancasila yang membuktikannya dalam kehidupan nyata,” demikian Maruarar.***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top