Nasional

BPS : Rokok Kretek Ranking Kedua Penyumbang Inflasi

JAKARTA- Laju inflasi Indonesia sepanjang 2016 tercatat mencapai 3,02%. Angka inflasi di 2016 ini merupakan inflasi tahunan yang terendah sejak 2010 lalu. “Ini merupakan inflasi terendah sejak 2010,” kata Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto di Jakarta, Selasa (3/1/2017).

Dari 82 kota yang disurvei, sebanyak 78 kota mengalami inflasi dan 4 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe yaitu 2,25%, sementara inflasi terendah di Padang Sidempuan dan Tembilahan sebesar 0,02%. Untuk deflasi tertinggi menurut catatan BPS terjadi di Manado yaitu 1,52%.

Angka laju inflasi sepanjang 2016 lalu tercatat 3,02%. Harga cabai merah menjadi penyumbang inflasi terbesar sepanjang 2016 menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS). Meski begitu, Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto, mengatakan laju inflasi di 2016 merupakan yang terendah sejak 2010. Cabai Merah dan Rokok Penyumbang Inflasi Terbesar di 2016

Dalam laporannya, BPS menyampaikan, laju inflasi di Desember 2016 mencapai 0,42%. Artinya inflasi pada Desember cukup terkendali. “Karena harga bahan makanan stabil sekali,” tambahnya

Dia mengatakan, harga beras dan bawang merah turun, Lalu harga cabai merah juga mengalami penurunan di Desember. Tapi ada catatan khusus untuk harga cabai rawit di Desember yang harganya naik.

Berikut daftar penyumbang inflasi terbesar di 2016 menurut data BPS:

1.Cabai merah memberikan andil inflasi 0,35%
2.Rokok Kretek Filter memberikan andil inflasi 0,18%
3.Bawang merah memberikan andil inflasi 0,17%
4.Tarif angkutan udara memberikan andil inflasi 0,13%
5.Bawang putih memberikan andil inflasi 0,11%
6.Tarif pulsa ponsel memberikan andil inflasi 0,10%
7.Ikan segar memberikan andil inflasi 0,09%
8. Rokok kretek memberikan andil inflasi 0,09%
9.Tarif kontrak rumah memberikan andil inflasi 0,9%
10. Tarif sewa rumah memberikan andil inflasi 0,9%

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top