Market

BPS: Pengangguran Lulusan SMK Capai 8,49%

Badan Pusat Statistik/Kompas.com

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan jumlah pengangguran terbuka hingga Februari 2020 turun menjadi 4,99 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar 5,01 persen. Jumlah pengangguran saat ini tercatat sebesar 6,88 juta orang atau naik dari periode sama sebelumnya 6,82 juta orang. “Meski turun, pengangguran bertambah 60.000 orang, karena jumlah penduduk bekerja bertambah menjadi 1,67 juta orang,” kata Kepala BPS Suhariyanto di Jakarta, Selasa, (5/5/2020).

Berdasarkan tingkat pendidikan, jumlah pengangguran itu paling banyak merupakan lulusan SMK yaitu mencapai 8,49 persen, diikuti SMA 6,77 persen, dan diploma 6,76 persen. Tingkat pengangguran terbuka bagi penduduk usia 15-24 tahun merupakan yang tertinggi di antara umur angkatan kerja lainnya yaitu 16,28 persen. “Kondisi ini mencerminkan semakin tinggi umur seseorang, maka tingkat pengangguran terbuka cenderung turun,” ujar Suhariyanto lagi.

Secara keseluruhan, BPS mencatat jumlah penduduk kerja di Indonesia mencapai 199,38 juta orang, dengan 137,91 juta, di antaranya merupakan angkatan kerja. Dari jumlah angkatan kerja tersebut, sebanyak 131,03 juta orang sudah bekerja dan 6,88 juta orang merupakan pengangguran. “Penduduk bekerja ini bertambah 1,67 juta orang dibandingkan Februari 2019, dengan peningkatan terjadi di jasa pendidikan, konstruksi dan jasa kesehatan,” katanya.

Suhariyanto memastikan pencatatan angka pengangguran ini belum mempertimbangkan adanya pembatasan aktivitas sosial akibat adanya COVID-19 yang baru menyebar pada awal Maret 2020.

Menurut Suhariyanto, tingkat pengangguran dapat meningkat apalagi jumlah iklan lowongan kerja menyusut sejak awal Januari 2020 dan jumlah kunjungan wisatawan mulai menurun sejak Februari 2020.

Sebelumnya, Peneliti Indef, Abra Talattov menyoroti terdapat fenomena berkurangnya jumlah lowongan pekerjaan yang ditawarkan di sejumlah situs pencari kerja sehingga perlu adanya antisipasi terkait hal tersebut.”Ada data menarik dari BPS yang melakukan big data terhadap jobs.id (situs pencari kerja),” kata Abra Talattov dalam Webinar tentang perkembangan ekonomi hadapi dampak COVID-19 yang dipantau di Jakarta, Sabtu, (2/5/2020)

Ia memaparkan bahwa biasanya di situs tersebut setiap bulannya ada lowongan kerja hingga di atas 10.000 pekerjaan, tetapi pada April ini berkurang sekitar 70 persen sehingga hanya ada tawaran sekitar 2.000 lowongan kerja.

Hal itu, ujar dia, menunjukkan bahwa dunia usaha semakin sulit untuk merealisasikan penambahan kerja untuk perusahaan mereka.  Bahkankini semakin banyak pekerja yang dirumahkan dengan alasan antara lain karena bila di-PHK, perusahaan kesulitan membayar pesangon. “IMF prediksi bakal ada tiga juta pengangguran baru di Indonesia, padahal setiap tahun Indonesia menambah angkatan kerja baru sekitar 2 juta orang,” ucapnya.

Abra berpendapat bahwa meski telah mendapatkan kelonggaran pajak bukan berarti hal itu akan menjamin pemulihan dunia usaha akan juga dapat bergerak dengan cepat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top