Industri & Perdagangan

BPOM Perlu Inovasi Terkait Standarisasi Obat Tradisional

*) I Nyoman Parta

Indonesia adalah negeri tropis yang banyak tumbuh tanaman baik untuk olahan pangan, termasuk jamu maupun obat serta kosmetik.
Banyak jenis tanaman dari Nusantara bisa dimanfaatkan, mulai dari buahnya, bunga, umbi, kulit hingga getah dan daun, pun batang bisa dijadikan produk olahan.

Dari informasi yang dikumpulkan dari berbagai sumber, ternyata hingga saat ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) hanya memberikan izin produksi untuk 350 jenis tanaman obat herbal, padahal Indonesia merupakan negara dengan tanaman obat jamu paling banyak di dunia. Bahkan jenis tanaman obat yang bisa dijadikan jamu mencapai ribuan tetapi yang diberikan izin resmi hanya 350 jenis tanaman.

Oleh karena itu, BPOM harus melakukan uji toksinasi kepada ribuan tanaman obat yang berpotensi menjadi jamu. Biaya toksinasi minimal mencapai Rp 100 juta.

Potensi tanaman untuk herbal yang begitu banyak obat-obatan mengharuskan BPOM harus melakukan berbagai inovasi dan mengubah regulasi. Tentu saja hal ini penting supaya pemerintah tidak dianggap mengabaikan potensi yang ada dan tidak memanfaatkan potensi semaksimal mungkin. Padahal Indonesia harus secara terus menerus mengurangi kerergantungan obat-obatan kimia dari luar negeri.

BPOM harus memberikan kemudahan, bantuan dan pendampingan proses perizinan kepada pelaku usaha UMKM serta koperasi. Khususnya usaha di bidang rempah-rempah olahan, obat-obatan tradisional, jamu tradisional,dan makanan olahan.

Namun permasalahan yang sering dikeluhkan pelaku UMKM adalah persyatan perijinan yang terlalu kaku, contoh
soal prosedur izin edar tentang lay out produksi yang terlalu rumit. Bahkan standar prosedur tersebut, termasuk peralatan produksi terlalu tinggi untuk UMKM dan home Industri.

Syarat tempat produksi olahan pangan

1. Konsultasi denah produksi dengan gambar denah ruang produksi dan produk yang akan di produksi
2. Ruang ganti karyawan
3. Ruang produksi
4. Gudang bahan baku, gudang bahan kemas, gudang produk jadi
5. Toilet yang berada diluar ruang produksi

Syarat tempat produksi olahan kosmetik

1. Memiliki apoteker sebagai penanggung jawab
2. Memiliki fasilitas produksi
3. Memiliki fasilitas laboratorium

Hal-hal di atas tentu saja dianggap memberatkan. Lalu bagaimana mau membuat home industri, kalau luas rumahn saja kurangg dari satu are, kondisi ini pasti sulit dipenuhi UMKM. Jadi aturan seperti ini harus segera diperbaiki regulasinya.

Begitu juga dengan keharusan menyiapkan apoteker untuk Obat tradisional. Karena itu perlu diusulkan dan dilibatkan tamatan Sarjana Usada. Alasannya sekarang sudah banyak sarjana jurusan Ayurweda. Pelibatan sarjana Ayurweda dalam BPOM sangat penting, termasuk mengantisipasi banyaknnya penipuan obat-obatan palsu yang dijual secara online. ***

*) Anggota Komisi VI DPR Fraksi PDIP

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top