Headline

BNI Surabaya Klaim Dana Tax Amnesty Baru Masuk Rp 7,6 Miliar

SURABAYA-PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mengklaim dana tebusan dari Tax Amnesty (TA) yang masuk ke BNI baru mencapai Rp 200 miliar. Sementara dana tebusan Tax Amnesty yang diterima Bank BNI Kanwil Surabaya, baru mencapai Rp 7,6 miliar. Padahal target hingga 31 Maret 2017 bisa mencapai Rp 5 triliun. “Kami harapkan bisa naik pada September 2016 ini sebab periode pertama akan berakhir di bulan ini,” kata Kepala PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Kantor Wilayah Surabaya, Risang Widoyoko di Surabaya, Kamis (1/9/2016).

Risang mengaku pihaknya terus agresif melakukan sosialisaai Tax Amnesty ke berbagai pihak. Apalagi potensi dana repatriasi sebenarnya mencapai Rp 605 miliar. “Tetapi saat ini masyarakat masih konsultasi dengan konsultan pajak, keluarga maupun pengurusnya,”tegasnya.

Dikatakan Risang, sosialisasi dilakukan dengan menggandeng Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Krembangan dengan target para pengusaha yang hadir, baik itu nasabah BNI atau bukan, bisa mendapat kesempatan untuk konsultasi maupun langsung mendaftar.

Sementara itu Direktur Perencanaan dan Operasional BNI Bob T Ananta menambahkan, saat ini baik WP (Wajib Pajak), petugas pajak maupun perbankan masih ada perbedaan pemahaman mengenai ketentuan tax amnesty. Hal ini membuat pihaknya terus melakukan sosialisasi sampai periode TA berakhir di tahun depan. “Dari 20 kantor cabang di Jatim kami, masing-masing kantor cabang sudah melakukan sosialisasi sebanyak 1 sampai 2 kali,” ujarnya.

Pihaknya pun menyediakan beberapa produk untuk menampung dana tebusan seperti Tresuri dan Wealth Management. Dalam produk Tresuri terdapat pilihan produk seperti Deposito on Call (DOC), Money Market Account, atau Institutional Bond.

Selain itu juga menggandeng produk yang ada di anak usahanya yakni Asset Management antara lain Kontrak Pengelolaan Dana (KPD), Reksadana Penyertaan Terbatas (RDPT), dan Dana Investasi Real Estate (DIRE). “Untuk UMKM pilihan mereka ke tabungan atau deposito. Bagi kalangan menengah biasanya memilih danareksa terproteksi,” paparnya.

Kepala KPP Pratama Surabaya Krembangan, Budi Hartono menambahkan saat ini di wilayahnya belum ada repatriasi. Total dana tebusan yang masuk ke KPP Pratama Surabaya Krembangan saat ini mencapai Rp 4,7 miliar. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top