Market

Bisnis IT Berpotensi Tumbuh Melesat Saat Covid-19

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM– Sektor teknologi informasi (IT) punya peluang besar untuk tumbuh secara masif pada saat dan setelah pandemi Covid-19. Bahkan saat ini sudah terlihat, meski dunia mengalami kesulitan namun ada cara-cara yang dilakukan masyarakat untuk bisa tetap bekerja secara daring, misalnya dengan rapat virtual dan lainnya.

“Meski sulit, rapat saja sekarang kita banyak lakukan seperti ini (virtual). Ke depan kita bisa improve dengan cara begini,” kata Kepala Ekonom Bank CIMB Niaga Adrian Panggabean di Jakarta, Minggu, (26/4/2020).

Saat ini, menurut Adrian, bahkan sudah banyak kantor-kantor yang tidak menyediakan meja dan kursi bagi para pekerjanya. Melainkan, hanya menyediakan ruangan besar di mana pekerja bisa memilih untuk duduk di mana pun. “Easy working environment sudah dimulai di mana-mana,” katanya.

Kondisi itu, menurut Adrian, akan menyebabkan menurunnya permintaan sewa gedung. Misalnya, kantor yang tadinya membutuhkan luasan hingga 100 meter persegi mungkin dalam dua hingga tiga tahun ke depan hanya akan membutuhkan 50 meter persegi saja.

“Demand rental akan turun. Akibatnya, pembangunan gedung tinggi ke depan mungkin akan turun. Karena
meeting saja bisa virtual sehingga sektor IT ini akan berkembang, sektor ini akan diuntungkan sekali,” katanya.

Kepala Riset Koneksi Kapital Indonesia Alfred Nainggolan menambahkan saham-saham di sektor telekomunikasi, IT hingga konsumer akan cemerlang tahun ini.

Pasalnya, pendapatan emiten di ketiga sektor tersebut akan tumbuh positif di tengah mewabahnya pandemi COVID-19. “Pemulihan harga saham-saham telekomunikasi dan konsumer akan terjadi lebih cepat dibandingkan saham saham sektor lainnya,” imbuh Alfred.

Sebelumnya, Pakar kebijakan publik Dr Martoyo mengatakan perusahaan dapat memanfaatkan teknologi agar tetap bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat selama pandemi COVID-19.

“Perusahaan dapat memanfaatkan teknologi agar tetap bisa memberikan layanan. Dengan teknologi pula, tidak akan terjadi kontak fisik yang menjadi salah satu metode penyebaran COVID-19,” ujar Martoyo dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat, (24/4/2020).

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tanjungpura itu mengapresiasi peluncuran program Layanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik) oleh BPJAMSOSTEK.

Dengan mekanisme Lapak Asik itu, BPJAMSOSTEK tetap tidak mengabaikan pengurusan jaminan sosial pesertanya meskipun sedang berlaku anjuran bekerja dari rumah.

“Jadi, sebenarnya yang perlu dipahami, bahwa melakukan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat itu dapat disiasati dengan berbagai cara, di antaranya memanfaatkan kemajuan teknologi,” paparnya.

Aspek positif lain dari program Lapak Asik adalah memberikan keselamatan kepada peserta BPJAMSOSTEK agar tidak berisiko tertular virus COVID-19 terutama di daerah yang telah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Tidak harus antre sampai berkerumun dan berisiko. Semua bisa dilakukan secara daring (online), hak peserta terlayani dengan baik, namun tetap sesuai protokol keamanan pencegahan virus COVID-19,” ucapnya.

Program Lapak Asik BPJAMSOSTEK mulai aktif diterapkan sejak pertengahan Maret 2020, saat wabah virus COVID-19 mulai merebak di Tanah Air. Lapak Asik BPJAMSOSTEK memberikan layanan klaim Jaminan Hari Tua (JHT) pesertanya secara daring.

Melalui Lapak Asik BPJAMSOSTEK, peserta dapat secara mudah melakukan pengurusan klaim JHT, meskipun dari rumah dan menghindari jeratan calo. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top