Perbankan

BI: Minyak Goreng Jadi Pendorong Deflasi

BI: Minyak Goreng Jadi Pendorong Deflasi
Komoditas Minyak Goreng Berpengaruh Pada Situasi dan Kondisi Indonesia Ekonomi Indonesia/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa kelompok volatile food pada Februari 2022 mencatat deflasi sebesar 1,50% (mtm). Hal ini terjadi setelah pada bulan sebelumnya mencatat inflasi sebesar 1,30% (mtm). “Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi oleh deflasi komoditas minyak goreng, telur ayam ras, dan daging ayam ras, seiring dengan implementasi kebijakan pemerintah terkait Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng dan peningkatan produksi,” kata Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Erwin Haryono kepada wartawan di Jakarta, Rabu (2/3/2022).

Secara tahunan, kata Erwin, kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 1,81% (yoy), menurun dibandingkan dengan periode sebelumnya yang tercatat sebesar 3,35% (yoy).

Lebih jauh kata Erwin, kelompok administered prices pada Februari 2022 mencatat inflasi 0,18% (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,38% (mtm). Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi oleh deflasi angkutan udara seiring penurunan mobilitas udara.

Menurut Erwin, perlambatan inflasi kelompok administered prices lebih lanjut tertahan oleh inflasi bahan bakar rumah tangga dan aneka rokok akibat dampak lanjutan penyesuaian harga LPG nonsubsidi dan kenaikan cukai tembakau. “Secara tahunan, kelompok administered prices mengalami inflasi 2,34% (yoy), melambat dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 2,37% (yoy),” ungkapnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Februari 2022 mengalami deflasi 0,02% (mtm), setelah pada bulan sebelumnya mencatat inflasi 0,56% (mtm). “Perkembangan ini bersumber dari deflasi pada kelompok volatile food serta penurunan inflasi inti dan kelompok administered prices. Secara tahunan, inflasi IHK Februari 2022 tercatat 2,06% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 2,18% (yoy),” jelasnya.

Ke depan, sambung Erwin, Bank Indonesia tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna menjaga inflasi sesuai dengan kisaran targetnya, yaitu 3,0±1% pada 2022.

Inflasi inti pada Februari 2022 tercatat 0,31% (mtm), menurun dari inflasi pada Januari 2022 sebesar 0,42% (mtm). Penurunan inflasi inti tersebut sejalan dengan melandainya mobilitas masyarakat.Berdasarkan komoditasnya, penurunan inflasi inti terutama disumbang oleh komoditas sewa rumah dan mobil. Secara tahunan, inflasi inti Februari 2022 tercatat sebesar 2,03% (yoy), meningkat dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya sebesar 1,84% (yoy).

Inflasi inti tetap rendah di tengah permintaan domestik yang mulai meningkat, stabilitas nilai tukar yang terjaga, dan konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam mengarahkan ekspektasi inflasi. ***

Penulis   :  Iwan Damiri
Editor     :  Kamsari

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BERITA POPULER

To Top