Industri & Perdagangan

Bersihkan “Permainan”, Pertamina Harus Rombak Manajemen

merdeka.com

JAKARTA-Jajaran Direksi PT Pertamina diminta lebih berani melakukan pembenahan perusahaan demi membersihkan unsur-unsur yang menghambat kemajuan korporasi. Apalagi kompetisi perusahaan minyak makin ketat. “Harus mampu melakukan perombakan besar-besaran di Level top managemennya,” kata anggota Komisi VII DPR Joko Purwanto kepada wartawan di Jakarta, Senin (28/8/2017).

Menurut angota Fraksi PPP, pihaknya menduga Pertamina belum bisa berlari kencang hingga saat ini. Karena masih ada permasalahan internal. “Disinyalir masih kuat adanya dugaan permainan-permainan yang merugikan perusahaan yang dilakukan oleh internal-internal penguasa di Pertamina,” tambahnya.

Namun begitu, Joko mengapresiasi sejumlah langkah yang telah dilakukan Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik. “Sejauh ini Pak EMM cukup Komunikatif. Beliau cepat menyesuaikan diri dalam tugasnya saat ini sebagai Dirut Pertamina,” tegasnya.

Lebih jauh kata Joko, secara eksternal, Pertamina sebagai perusahaan harus mampu bersaing sebagai perusahaan multi nasional dan internasional. Artinya, perusahaan sebesar Pertamina ini harus memiliki pemimpin yang mau kerja keras. “Setidaknya harus siap menghadapi persoalan-persoalan baik masalah internal maupun eksternal,” ungkapnya.

Didesak langkah apa saja agar Pertamina bisa bersaing secara internasional, Joko menjelaskan perlu kerja keras dan kerja bersama. Artinya mampu membentuk team building dan team working yang baik.

Sementara itu, Pimpinan Rapat Komisi VII Satya Widya Yudha mengaku kecewa karena Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT Pertamina (Persero) yang seharusnya dihadiri seluruh Dirut anak usaha hanya dihadiri 9 anak usaha. Padahal rapat diperlukan guna mengevaluasi anak-anak usaha dari Pertamina. “Sebetulnya kami menginginkan semua hadir anak usaha itu. Karena ini pertemuan pertama kita,” katanya.

Pihak DPR mempertanyakan ketidakkehadiran dari sejumlah anak-anak usaha Pertamina dalam rapat tersebut. Dalam hal ini, hanya ada 9 anak usahanya, padahal seharusnya 24 anak usaha. “Kita melihat beberapa isu. Kebetulan hari ini harusnya menghadirkan direktur utama anak usaha,” tambahnya.

Adapun 9 anak usaha Pertamina yang hadir di antaranya PT Pertamina Hulu Energi (PHE), PT Pertagas, PT Pertamina Geothermal Energy, PT Pertamina EP, PT Pertamina Internasional EP, PT Elnusa Tbk, PT Pertamina Patraniaga, PT Nusantara Regas dan PT Patra Jasa. “Ini kan diperlukan penjelasan yang akuntabel yang bisa menjelaskan secara detail di anak usaha. Tidak mungkin semua Pak Dirut (Elia) yang melakukan,” imbuhnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top