Nasional

Berhadiah Moge, MPR Gelar Cerdas Cermat dengan Komunitas Moge

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang biasa dilakukan di dalam ruangan dalam bentuk pidato, dialog, berdebat dan sebagainya, kini MPR RI coba mengikuti perkembangan generasi milenail dengan komunitas motor geda (Moge), motor kecil, dan ojek online (Ojol) dengan hadiah Moge, sepeda motor biasa dan motor listrik.

Ketua MPR RI yang juga pembina Moge, Bambang Soesatyo (Bamsoet) menjelaskan jika para bikers ini akan menjadi kekuatan besar di jalanan. Anggaran acara ini ditanggung oleh para bikers sendiri. Bukan dari MPR RI atau APBN, dan bagi yang hadir ada dooprize motor.

“Ojol saja se-Jabodetabek jumlahnya 1,5 juta orang. Mereka ini akan merajai jalanan dan selama di jalananan pasti harus tertib, saling tolong-menolang, mengedepankan kebersamaan, gotong-royong, toleransi dengan pengendara yang lain. Itulah sebagian dari implementasi nilai-nilai Pancasila,” tegas Bamsoet di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Rabu (18/2/2020).

Bamsoet didampingi Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah, Arsul Sani, Ketua Moge Niko Marcellino, dan para bikers. Acara ini akan dibuka oleh Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin

Menyadari masih ada indikasi radikalisme, intoleransi, dan terorisme di negeri ini, Bamsoet berharap melalui cerdas-cermat para bikers bisa mencegah ancaman tersebut. Sehingga nantinya, kalau semua sadar akan ber-Pancasila, semua bisa mencegah bibit-bibit desintegrasi bangsa tersebut.

Karena itu, acara seperti ini akan dikembangkan MPR RI dengan berbagai club dan komunitas. Seperti club-club kendaraan bermotor, santri, komunitas pecinta burung, pesepeda (gowes), petani, nelayan, buruh, dan sebagainya agar semua memiliki semangat ber-Pancasila, toleransi berbangsa dan bernegara.

Ketua Dewan Juri Ahmad Basarah menegaskan jika nilai-nilai ber-Pancasila saat ini mulai redup dan bahkan muncul bibit radikalisme, terorisme, intoleransi dan ingin meninggalkan Pancasila. Sehingga empat pilar kebangsaan ini harus terus digelorakan di semua kalangan. “Moge ini di jalanan memiliki solidaritas sosial yang tinggi, saling tolong-menolong, bersama, memiliki kesadaran sosial dan kemanusiaan serta toleransi yang tinggi,” tambah politisi PDI-P itu.

Ini model pendekatan kebansgaan yang berbeda dengan biasanya, yang dilakukan di ruang tertutup, tapi di luar, jalanan. Mengapa? “Agar semua elemen masyarakat sama-sama memahami dan mengamalkan empat pilar. Bahwa negara Pancasila ini sudah final, ini keniscayaan. Sehingga tak perlu lagi ada konflik soal masjid, perbedaan suku, agama dan sebagainya. Itu sudah selesai, dan tinggal memikirkan kesejahteraan rakyat,” tambah Arsul Sani.

Menurut Niko, acara sebagai ajang silaturahmi yang diikuti oleh 80 tim bikers. Satu tim terdiri dari 10 orang, dan akan digelar pada Sabtu – hingga Minggu (22 – 23 Februari) di Gedung MPR RI Senayan, Jakarta, dan dihibur oleh group Band Changcuters, karena memiliki nasioanalisme yang baik.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top