Industri & Perdagangan

Bentoel Optimalkan Dana PUT Rp13,99 Triliun

JAKARTA–Hasil penawaran umum terbatas (PUT III) PT Bentoel Internasional Investama senilai Rp13,99 triliun mayoritas digunakan untuk membayar utang perusahaan. Sementara sisanya digunakan untuk pengembangan anak usaha. “Sebanyak Rp12 triliun dana hasil PUT III sudah digunakan untuk membayar utang kepada Rothmans Far East B.V,” kata Direktur Keuangan Bentoel Hardeep Khangura dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (4/1/2017).

Berdasarkan publikasi Bentoel ,sebanyak Rp1,98 triliun dana hasil PUT III juga sudah digunakan untuk pinjaman kepada anak usaha, PT Bentoel Prima. Pinjaman akan digunakan untuk modal kerja dan pembelian bahan baku.

Sisa dana PUT III sebanyak Rp15,82 miliar juga sudah tandas untuk biaya jas profesi penunjang pasar modal, biaya asa konsultasi keuangan, dan pungiutan kepada regulator. Dalam sembilan bulan 2016, emiten bersandi saham RMBA itu meraup pendapatan sebanyak Rp14,3 triliun atau tumbuh 16,39%.

Beberapa waktu lalu, terkait dengan kenaikan cukai rokok yang dilakukan pemerintah membuat sejumlah perusahaan rokok mengkaji penaikan harga jual eceran kepada konsumen demi menekan biaya produksi, termasuk PT Bentoel Internasional Investama Tbk. (RMBA).

Mercy Fransisca Hutahaean, Head of Legal and External Affairs PT Bentoel Internasional Investama Tbk. (RMBA), mengatakan perseroan menunggu rincian peraturan Menteri Keuangan terkait penaikkan tarif cukai. Manajemen Bentoel Group mengaku belum dapat berkomentar banyak berdasarkan informasi yang terbatas. “Secara umum kami ingin menyampaikan bahwa setiap kenaikan tarif cukai akan menambah beban biaya produksi,” ujarnya.

Dia menjelaskan, setiap perusahaan pasti akan meneruskan kenaikan tersebut kepada konsumen. Akibatnya, pasti akan terjadi kenaikan harga jual eceran.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top