Nasional

Banyak Pertimbangan Raja Salman Pilih Kunjungan ke Bali

JAKARTA – Di luar kunjungan kenegaraan, Raja Salman Bin Abd al-Aziz Al Saud beserta rombongan diagendakan akan berlibur ke Bali pada 4 hingga 9 Maret 2017. Untuk kunjungan kenegaraannya ke Indonesia, pihak Istana Kepresidenan telah mengagendakan pada 1 sampai 4 Maret 2017 dengan topik pembahasan penambahan kuota jemaah haji, peningkatan wisatawan Timur Tengah ke Indonesia hingga perlindungan warga negara Indonesia yang bermukim di Arab.

Menanggapi kunjungan Raja Arab Saudi ke Bali tersebut, anggota DPR dari daerah pemilihan Bali A.A Adhi Bagus Mahendra Putra menilai pilihan Bali sebagai kunjungan pemimpin negara yang menjadi barometer umat Islam di dunia tersebut menjadi fenomena tersendiri. Dia mengaku haru dan antusias dengan kehadiran Raja Salman tersebut.

Saat ditanya apa latarbelakang yang menjadi pertimbangan Raja Salman memilih Bali dalam kunjungannya, Adhi Mahendra mengaku tidak tahu persis. “Yang tau, apa tujuan Raja Salman mengunjungi Bali adalah Raja Salman sendiri”, kata Adhi Mahendra Putra di Jakarta, Jumat (24/2/2017).

Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar ini menduga, pertimbangannya bisa jadi karena ingin langsung melihat kehidupan masyarakat di Bali yang mayoritas beragama Hindu dan berada dalam negara yang mayoritasnya umat muslim terbesar di dunia tetapi bisa hidup rukun.

Selain itu, pertimbangan dipilihnya Bali sangat mungkin ingin mempelajari pariwisata Bali yang sudah dikenal dunia internasional tetapi tetap dapat bertahan meski dinamika dan situasi politik di Indonesia akhir-akhir ini terasa panas.

Terakhir, mungkin Raja Arab Saudi itu akan mengubah ekonominya yang bergantung dari minyak ke pariwisata atau membuka jalur wisata baru Bali-Arab Saudi. “Memang sudah wajar dan tepat jika Raja Salman memilih kunjungannya yang kali ini memilih tempat di Jakarta dan Bali,” katanya.

Sebagai orang Bali, dia mengaku bangga dan menyambut kunjungan Raja Salman ke Bali yang tidak saja merupakan bentuk kunjungan silaturahmi, tapi akan menjadi kunjungan budaya yang bisa bertemu dengan Raja- Raja se Bali.

“Kunjungan pada umat Islam di Bali dan melakukan pertemuan dengan keturunan Arab yang hidup di Bali yang sampai kini meneruskan tradisi hidup berdagang dalam berdakwah ditengah hidup damai dengan masarakat Bali,” imbuhnya.

Adhi Mahendra mengatakan dalam ajaran Tri Hitna Karana, umat Hindu Bali menaati adanya hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan alam dan manusia dengan Hyang Widi Wasa.

Di DPR, Pihak DPR RI sejak kemarin terus berbenah menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan selama kunjungan Raja Arab Saudi ke DPR RI di Senayan, Jakarta. Dijadwalkan akan berpidato kusus di DPR RI yang akan dihadiri oleh anggota DPR RI, DPD RI, MPR RI pada hari Kamis tanggal 2 Maret 2017 mendatang.

“Kunjungan Raja Salman nanti adalah kunjungan napa tilas sejarah kunjungan Raja Faisal Bin Abdul Aziz (almarhum) pada 47 tahun lalu saat ke Jakarta,” kata Ketua DPR RI Setya Novanto dalam pidato penutupan masa sidang III di DPR RI.

Kepala Biro Protokoler DPR RI Suratna menambahkan selama kunjungan Raja Salman ke DPR RI akan didampingi oleh 100 Pangeran, delegasi pejabat pemerintah dan dunia usaha dalam rangka penguatan hubungan kedua negara.

Soal keamanan selama berada di DPR RI, dia menyerahkannya kepada petugas keamanan, aparat kepolisian dan TNI. Pihaknya telah menerima tim pendahuluan Kerajaan Arab Saudi. “Ketujuh anggota yang telah datang ke DPR RI adalah berasal dari protokoler dari Kerajaan Arab Saudi,” katanya.

Pertemuan petugas protokol Kerajaan Arab Saudi untuk mencocokan agenda acara selama di DPR RI dan persiapan sarara dan prasarana yang diperlukan selama kunjungan Raja Salman ke DPR RI.(har)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top