Nasional

Bantuan ACT untuk Kekeringan Mojokerto

MOJOKERTO – Sejak dua bulan lalu, warga Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur sedang menghadapi krisis air. Curah hujan yang rendah membuat warga yang berada di sekitar Gunung Penanggungan ini harus menempuh jarak jauh untuk memperoleh air.

“Masyarakat yang tinggal Dusun Gadon dan Dusun Kandangan, Desa Kunjorowesi biasanya mengandalkan air bersih dari kawasan situs Candi Belahan atau lebih dikenal dengan sebutan Sumber Tetek,” kata Rohadi, Penanggung Jawab Program Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jawa Timur, Selasa (10/10).

Untuk meringankan beban warga, , sebanyak 10 tangki didistribusikan ke ACT ke desa Kunjorowesi. Dusun Gadon dan Dusun Kandangan, Desa Kunjorowesi, Tim ACT Jatim mengakui kondisi dinwilayah ini memprihatinkan.

Berada di ketinggian gunung yang gersang, kekeringan telah menjadi paceklik yang berlarut-larut bagi warga yang tinggal di kampung tertinggi Kabupaten Mojokerto ini. Dari temuan di lapangan, diketahui kadangkala kesulitan air bersih juga terjadi di musim hujan karena tingginya wilayah tempat tinggal penduduk.

Warga hanya mengandalkan bantuan air dari pemerintah. Itu pun tidak rutin mengingat jalur yang sulit dilalui membuat truk tangki air enggan masuk ke desa ini. “Jika tidak ada bantuan yang datang, mereka pun terpaksa membeli air bersih dari desa lain seharga Rp 7.000 untuk dua jeriken,” terang Rohadi.

Bantuan air bersih ini ACT bisa dinikmati sekitar 350 kepala keluarga. Menurut Rohadi, 10 tangki air bersih ini merupakan tahap pertama distribusi air bersih bagi warga Desa Kunjorowesi. Selain di Desa Kunjorowesi, kebutuhan air bersih juga dirasakan di beberapa desa sekitarnya. Misalnya saja Desa Kutorejo dan Desa Manduran Kecamatan Ngoro, serta Desa Dawarblandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

“Selama Oktober ini, ACT akan bantu memasok kebutuhan air bersih ke lokasi-lokasi tersebut. Rencananya, kegiatan ini akan dilaksanan setiap hari Rabu dengan melibatkan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) dan PDAM Mojokerto. Insya Allah, ke depannya ACT dan MRI akan menggali upaya-upaya yang solusional agar permasalahan kekeringan ini tidak terjadi lagi. Atau paling tidak, kekeringan ini tidak separah seperti sekarang,” imbuhnya.

Dari data yang didapat tim program ACT Jatim, jumlah warga dari 4 desa yang menanti kiriman air bersih sebanyak 600 KK. Menyikapi hal ini, program wakaf sumur tengah diupayakan sebagai solusi di berbagai daerah kekeringan di Jawa Timur. “Kami berharap dapat menggandeng berbagai lapisan masyarakat Jawa Timur untuk bersinergi dalam merealisasikan program ini. Mohon doanya,” tegas Rohadi. (nto)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top