Perbankan

Bank Sentral Eropa Tetapkan Target Inflasi 2 Persen

Bank Sentral Eropa Tetapkan Target Inflasi 2 Persen
Kompas.com

LONDON, SUARAINVESTOR.COM- Bank Sentral Eropa (European Central Banks/ECB) merevisi target inflasi mendekati 2 persen dalam tinjauan kebijakan utama.

Revisi diperlukan untuk menyesuaikan kebijakan dengan Instrumen yang dikeluarkan ECB demi mencapai tujuan utamanya, yaitu stabilitas harga.

“Dewan Pemerintah menganggap bahwa stabilitas harga paling baik dipertahankan dengan menargetkan target inflasi 2 persen dalam jangka menengah. Target ini simetris, artinya deviasi inflasi negatif dan positif dari target sama-sama tidak diinginkan,” kata ECB dalam sebuah pernyataan mengutip CNBC, Jumat (9/7/2021).

Presiden Bank Sentral Eropa, Christine Lagarde mengatakan, target inflasi baru ini sangat jelas dan mudah dikomunikasikan.

Meski dia tahu, angka 2 persen tersebut tidak akan selalu tepat sasaran. “Mungkin meleset sementara secara moderat, tapi tidak apa-apa. Yang sangat kami khawatirkan adalah meleset yang berkelanjutan, tahan lama, dan signifikan dari target. Itu akan membutuhkan tindakan tegas,” beber dia.

Bank sentral AS, The Fed, sejak tahun lalu juga mengumumkan inflasi negara itu akan meningkat lebih cepat sebagai cara untuk mendorong pasar tenaga kerja dan pemulihan ekonomi.

Hal serupa juga dilakukan oleh ECB. Pasalnya, dalam beberapa bulan mendatang, inflasi terlihat akan meningkat setelah negara-negara eropa keluar dari krisis Covid-19.

Dalam perkiraan ECB bulan Juni 2021, inflasi bisa mencapai 1,9 persen pada akhir tahun dan terjadi overshoot (kenaikan) harga di kawasan eropa.

Namun, ECB masih percaya kenaikan harga ini bersifat sementara dan inflasi akan tetap di bawah 2 persen di masa mendatang.

Perubahan iklim

Selain soal inflasi, Lagarde juga menyinggung isu perubahan iklim. Perubahan iklim menjadi isu krusial yang dihadapi seluruh negara.

Untuk itu, dia ingin setiap kebijakan yang diambil ECB mengarah pada zona yang lebih hijau.

Artinya, ECB akan lebih hati-hati menentukan setiap tindakan, termasuk dalam memutuskan membeli obligasi korporasi.
“ECB akan menyesuaikan kerangka kerja yang memandu alokasi pembelian obligasi korporasi untuk memasukkan kriteria perubahan iklim, sejalan dengan mandatnya. Ini akan mencakup penyelarasan emiten dengan undang-undang UE yang menerapkan komitmen Paris Agreement,” sebut Lagarde.

Nantinya, pada kuartal I 2023, bank sentral akan mengungkapkan informasi terkait iklim di bawah program pembelian aset perusahaan oleh ECB. ***

Sumber: Kompas.com

 

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top