Perbankan

Bank Mandiri: Tidak Mudah Bank BUMN Kucurkan Pembiayaan Energi Hijau

Bank Mandiri: Tidak Mudah Bank BUMN Kucurkan Pembiayaan Energi Hijau
Bank Mandiri/Foto: Dok Suarainvestor

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COMPT.Bank Mandiri (Persero) Tbk mengungkap tantangan penyaluran kredit di sektor hijau atau green financing diantaranya terkait kondisi perusahaan hingga tuntutan untuk membiayai pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Pasalnya, belum semua instansi atau industri punya kesadaran dan persepsi yang sama untuk mencapai target net zero emission pada 2060 sebagaimana ditetapkan pemerintah. Terlebih, perusahaan-perusahaan yang masih harus berjuang dengan kondisi keuangannya. “Pertanyaannya apakah industri, institusi, sudah punya awareness dan persepsi yang sama bagaimana harus mencapai net zero emission di saat ini? Jawabannya, belum. Kenapa? Karena masing-masing perusahaan masih punya tantangan yang lain,” kata Wakil Direktur Utama PT.Bank Mandiri (Persero) Tbk Alexandra Askandar di Jakarta, Senin, (7/11/2023).

Lebih jauh Alexandra menjelaskan banyak perusahaan masih keberatan untuk mengeluarkan biaya tambahan untuk menerapkan bisnis yang berkelanjutan, yang kemungkinan belum menjadi fokus perusahaan saat ini. “Dia (perusahaan) berpikir 2060 masih puluhan tahun, mungkin sudah tidak di perusahaan itu, kenapa harus peduli soal ini padahal banyak hal lain yang jadi fokus perusahaan?” katanya.

Di sisi lain, pemerintah juga belum memberikan kerangka besar dan turunannya untuk menjadi peta jalan bagi perusahaan untuk segera melakukan bisnis berkelanjutan guna mencapai target tersebut. Hal lain,  yakni Indonesia merupakan negara berkembang yang masih butuh infrastruktur. Indonesia juga masih bergantung pada PLTU. “Apakah sekarang Mandiri sudah bisa keluar dari coal industry, coal mining atau coal powerplant? Jawabannya sebagai bank BUMN yang memang kita punya tugas agent of development, tidak mudah buat kita untuk benar-benar fokus ke green financing,” paparnya.

Diakui Alexandra, tidak mudah bagi perbankan BUMN seperti Mandiri untuk hanya fokus pada penyaluran pembiayaan energi hijau atau industri yang bersih dan bebas emisi. Bank Mandiri merupakan market leader dalam pembiayaan hijau dengan pangsa pasar mencapai 30 persen, yang mencapai hampir 12 persen dari total portfolio bank tersebut. “Tapi kita mau menuju menjadi 15 persen, 20 persen, atau lebih dari itu, tantangannya kita masih harus dituntut untuk membiayai coal powerplant sesuai dengan roadmap pemerintah. Kalau ke depan masih punya rencana, kita tidak bisa bilang tidak untuk membiayai, sebagai contoh. Karena kalau kami atau bank BUMN tidak membiayai, bank lain sudah tidak mau. Apa kita mau biarkan kita tidak punya kecukupan listrik yang masih dibutuhkan khususnya di daerah yang belum tersentuh?” imbuhnya.

Selanjutnya, kesadaran dan persepsi terkait bisnis berkelanjutan masih dianggap sebagai beban biaya. Oleh karena itu, Bank Mandiri senantiasa mengedukasi nasabah korporasi agar memimpin visi Indonesia soal ekonomi karbon rendah. “Banyak yang masih menjadi tantangan buat kita, tapi kita harus tetap mendukung pemerintah mencapai net zero emission di 2060 dan ini juga jadi komitmen kami untuk mencapai net zero operations di 2030,” pungkasnya.***

Penulis  : Iwan Damiri
Editor    : Kamsari

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top