Headline

Bank Mandiri Klaim Dana Tebusan Tax Amnesty Rp7,37 Triliun

JAKARTA-Dana dari program tax amnesty, baik dalam bentuk tebusan maupun repatriasi yang masuk ke PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencapai Rp 7,37 triliun per 23 September 2016. Terdiri atas Rp7,37 triliun dana tebusan dan Rp731 miliar dana repatriasi. “Dalam konteks itu, kami secara intensif melakukan komunikasi dengan Ditjen Pajak,” kata Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas di Jakarta, Minggu (25/9/2016).

Soal masih rendahnya dana repatriasi, kata Rohan, pihaknya memperkirakan karena wajib pajak saat ini tengah memilih-milih instrumen yang akan dipilih dalam rangka repatriasi aset mereka.

Oleh karena itu, sambung Rohan, perseroan terus melakukan sosialisasi kebijakan amnesti pajak dan sosialisasi pilihanchannel investasi yang disesuaikan dengan profil risiko masing-masing wajib pajak.

Menurut Rohan, deklarasi harta oleh wajib pajak akan banyak dilakukan hingga akhir bulan ini mengingat batas waktu penerapan denda tebusan terendah, yakni 2% untuk pelaporan surat pernyataan harta di dalam negeri dan 4% untuk harta di luar negeri adalah 30 September 2016. “Setelahnya, denda tebusan untuk penyampaian surat pernyataan atas harta dalam negeri menjadi 3% dan luar negeri 6%. Jadi diperkirakan pembayaran dana tebusan akan semakin deras sampai akhir bulan ini,” ujarnya.

Dikatakan Rohan, sosialisasi itu, antara lain dilakukan perseroan melalui keberadaan klinik-klinik pajak yang menyediakan informasi yang komprehensif tentang berbagai ketentuan dan persyaratan terkait amnesti pajak kepada nasabah utama dan korporasi. “Dalam konteks itu, kami secara intensif melakukan komunikasi dengan Ditjen Pajak,” kata Rohan.

Adapun, produk-produk keuangan yang disiapkan Bank Mandiri group 
antara lain produk 
treasury, assetmanagement, pasar modal,capital/venture funds hingga produk asuransi.
“Kami terlibat dalam penerbitan Efek Beragun Aset berbentuk Surat Penyertaan (EBA-SP) senilai Rp 500 miliar dan menerbitkan Obligasi Berkelanjutan 1 Tahap I senilai Rp 5 triliun sebagai instrumen repatriasi dana wajib pajak,” pungkasnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top