Perbankan

Bank Exim Diminta Prioritaskan UKM Berorientasi Ekspor

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Kalangan DPR minta Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank, untuk tidak hanya memprioritaskan pembiayaan untuk korporasi besar yang menjadi debitur besar saja. Justru seharusnya membina UKM-UKM yang berorientasi ekspor, sehingga UKM-UKM ini naik kelas dan mampu berdaya saing global.”Saya meminta pembiayaan ekspor harus diperbanyak dan diberikan kepada pengusaha kelas menengah UKM dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah),” kata kata Anggota Komisi XI DPR RI Rudi Hartono Bangun dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XI DPR RI bersama dengan jajaran Direktur Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kemenkeu dan Direktur Eksekutif LPEI secara tertutup, Senin (13/7/2020).

Lebih jauh kata Politisi Nasdem, sebagai special mission vehicle (SMV) Kementerian Keuangan, maka wajar LPEI mendorong pembiayaan ekspor nasional. Karena itu, jajaran direksi yang baru terpilih pada awal Juni 2020 lalu, memberikan perubahan yang berarti. “Pak James Rompas (Direktur Eksekutif LPEI) harus punya inovasi dan pemikiran, serta ide yang baru dan brilian,” ujarnya.

Dengan kata lain, lanjut Rudi lagi, Bank Exim (LPEI) jangan hanya mengurusi debitur besar saja. Makanya, Dirut dan jajaran direksi harus bisa mengubah pola dan strategi bisnis. “Kalau masih memprioritaskan fasilitas pembiayaan kepada debitur besar, itu namanya masih pakai pola lama,” paparnya lagi.

Sebagai negara dengan jumlah penduduk mencapai hampir 260 juta jiwa, Rudi mendorong adanya perhatian lebih kepada sektor pelaku UMKM melalui berbagai pelatihan dan training. Mengingat, UMKM telah mampu menyerap hampir 99 persen dari total lapangan kerja, menyumbang 60,34 persen dari total PDB Nasional dan menyumbang 58,18 persen dari total investasi. Sayangnya, sektor ini hanya mampu berkontribusi 14,17 persen dari total ekspor.

“Coba cek data statitstik, berapa banyak pengusaha kecil dan menengah atau UMKM yang layak dibina dan diberikan fasilitas pembiayaan untuk ekspor. Jangan banyak alasan lagi, saya tahu dan paham memang tidak mudah, tetapi mereka harus di training, dibuat pelatihan, dan diberikan edukasi. Itu tugas Bank Exim sebagai lembaga pembiayaan milik negara,” imbau legislator daerah pemilihan (dapil) Sumatera Utara III itu.

Ke depannya, ia meminta Direktur Jenderal Pembendaharaan (DJPb) Kemenkeu sebagai pembina harus sungguh-sungguh memotivasi dan menggerakan Bank Exim, yang dinilainya memiliki non performing load (NPL) yang sudah tinggi. Pasalnya sebagai lembaga yang yang memiliki sovereign status, LPEI memang dapat memberikan penjaminan bank dengan sejumlah ketentuan. “Jangan terus-terus bobrok manajemennya, itu uang rakyat semua,” pungkasnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top