Perbankan

Bank CIMB Niaga Klaim Bisnis Kartu Kredit Tumbuh 20%

JAKARTA-PT Bank CIMB Niaga Tbk mengaku fokus menggenjot transaksi bisnis kartu kredit. Sehingga tidak terlalu banyak membuat program yang dijalankan. “Kami tidak membuat program besar terlalu banyak, tetapi program-program yang dibuat bisa berdampak langsung,” kata Direktur Konsumer Bank CIMB Niaga Lani Darmawan di Jakarta, Selasa (20/9/2016).

Menurut Lani, pertumbuhan transaksi kartu kredit Bank CIMB Niaga boleh dibilang signifikan. “Kami pun masih mencatatkan perkembangan yang positif untuk pertumbuhan kartu kredit,” ucapnya.

Lani menambahkan pertumbuhan transaksi kartu kredit perseroan pun masih tumbuh di atas 20% sampai Agustus 2016 kemarin. “Kita fokus cross selling yang bisa mendorong loyalitas nasabah dalam menggunakan kartu kredit kami,” lanjutnya.

Dikatakan Lani, dengan fokus perseroan untuk pelayanan customer experience yang lebih bagus serta aktifnya program berdasarkan segmen nasabah. 

Lebih jauh kata Lani, perseroan melihat minat dan kebutuhan nasabah berbeda-beda sehingga penawaran pun berbeda juga pada setuap segmen. Saat ini perseroan mengandalkan tiga lini bisnis dalam mendorong penyaluran kredit konsumer tahun depan. Yaitu kartu kredit, kredit tanpa agunan (KTA), dan kredit pemilikan rumah (KPR). Ketiga bisnis tersebut diyakini bakal terus bertumbuh positif.
“Pertumbuhan tahun depan akan berasal dari kartu kredit, KTA, dan KPR,” ujarnya.

Lebih lanjut Lani mengatakan, pihaknya meyakini KPR bakal lebih baik tahun depan dengan adanya kebijakan yang lebih longgar terkait loan to value(LTV) dari Bank Indonesia. Seperti diketahui, Kebijakan relaksasi LTV tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia No. 18/16/PBI/2016 tentang Rasio LTV untuk Kredit Properti, Rasio Financing to Value untuk Pembiayaan Properti, dan Uang Muka untuk Kredit atau Pembiayaan Kendaraan Bermotor.

PBI tersebut dinyatakan resmi berlaku mulai 29 Agustus 2016. Di dalamnya ditetapkan LTV rumah tapak pertama menjadi 85%, rumah kedua 80%, sedangkan yang ketiga dan seterusnya 75%. Besaran yang sama berlaku untuk rumah susun. “Kebijakan aturan yang lebih longgar, tax amnesty, dan juga kami harapkan market membaik dengan stabilnya mata uang,” paparnya.

Di sisi lain, Lani mengatakan pihaknya melakukan konsolidasi untuk bisnis kredit kendaraan bermotor (KKB). “Kami konsolidasi bisnis auto roda empat untuk mengubah fokus segmen ke cross sellingnasabah bank,” pungkasnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top