Nasional

Bamsoet Desak Kemensos – Kementan Evaluasi Bantuan Beras

JAKARTA, Ketua DPR Bambang Soesatyo mendesak Kementerian Sosial (Kemensos) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) dan Perum Bulog untuk mengevaluasi dan mengkaji mekanisme bantuan pangan, beras yang diterima oleh masyarakat, guna mencari solusi terbaik terkait mekanisme penyaluran tersebut.

Hal itu disampaikan Bamsoet terkait terus menurunnya realisasi pengadaan beras dalam negeri dari 2,96 juta ton di tahun 2016 menjadi 1,44 juta ton di tahun 2018 (data Badan Pusat Statistik) sebagai dampak dari tingginya harga beras di pasaran dan sempitnya penyaluran beras akibat perubahan mekanisme bantuan pangan dari raskin/rastra menjadi transfer langsung.

“DPR minta Kementan bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Bulog secara bersama untuk mengevaluasi dan mengkaji sistem yang ada saat ini dalam menyalurkan beras yang ada di Bulog, serta mempertimbangkan pasar komersil sebagai alternatif kanal penyaluran,” tegas politisi Golkar itu, Jumat (3/5/2019).

Karena itu, Bamsoet mendorong Bulog untuk menyerap gabah kering petani (GKP) sesuai dengan Inpres No. 5 tahun 2015 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran beras oleh pemerintah, agar harga yang ditetapkan relevan dengan harga di pasaran dan tidak menjadi hambatan bagi Bulog dalam menyerap gabah/beras petani.

“Perum Bulog untuk memfokuskan prioritas terkait penyaluran beras pada program yang dinilai strategis untuk menghindari kerugian dari segi bisnis akibat melemahnya stabilitas harga,” ujarnya.

“Saya minta pemerintah untuk memperbaiki sistem penyaluran gabah dari petani, mengingat salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan dalam memperbesar penyaluran beras adalah kepastian penyaluran dari hilir,” pungkasnya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top