Nasional

Bambang Soesatyo: Parlemen Modern Harus Sinergi DPR dan Wartawan

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo sebelum menjadi anggota DPR RI profesinya adalah menjadi wartawan. Karena itu politisi Golkar itu memahami dan mengerti dunia wartawan, yang sangat bermanfaat bagi para politisi di Senayan. Bahkan dia menilai suksesnya seorang anggota DPR RI tergantung kedekatannya dengan wartawan.

Ia berharap anggota DPR RI periode 2019 – 2024 yang akan mulai bekerja pada Oktober 2019 mendatang harus berusaha semaksimal mungkin dekat dan bisa memanfaatkan wartawan untuk menyampaikan tugas pokok dan fungsinya pada masyarakat. Sebab, seberapa sukses seoramg anggota DPR RI itu bisa dihitung dari seberapa banyak dia dekat dan dicintai wartawan.

Apalagi menuju parlemen modern, maka media menjadi salah satu alternative untuk menjembatani kepentingan DPR RI dengan msyarakat. Sehingga, DPR RI pun harus membuka diri kepada masyarakat melalui berbagai metode dan cara sejalan dengan perkembangan modern. Seperti  membuka website (www.dpr.go.id–sebagai aplikasi terbaik lembaga Negara 2019), media social untuk mengakses dan mengritisi kerja-kerja DPR (regulasi, anggaran, pengawasan), pengaduan masyarakat (lewat facebook, twitter, instagram) dan lain-lain untuk terwujudnya parlemen modern.

“Alhamdulillah sampai hari ini sudah ratusan ribu pengaduan masyarakat yang masuk, dan ini sudah ada kemajuan dibanding tahun sebelumnya, yang belum pernah dilakukan,” demikian Bambang Soesatyo dalam pressgathering ‘Sinergi DPR RI dan Wartawan Parlemen Dalam menyukseskan Parlemen Modern’ di Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/9) malam.

Hadir Sekjen DPR RI Indra Iskadar, Deputi Bidang Persidangan Ibu Damayanti, dan Ketua Koordinatoriat Wartawan Parlemen, Romdony Setiawan.

Lebih lanjut Bamsoet menjelaskan jika banyak anggota DPR RI yang pintar-pintar tapi tak mampu menyampaikan potensinya kepada wartawan. Untuk itu dia berharap anggota DPR RI memiliki tim media untuk menyampaikan tugas-tugasnya tersebut kpada masyarakat. Sekaligus mendapat masukan dari wartawan.

“Sebaliknya wartawan juga bisa memanfaatkan para politisi di DPR RI itu untuk menjadi apa saja di eksekutif maupun legislative. Seperti saya ini. Sebanyak lima kali nyaleg dari Golkar, dan pada yang kelima itulah baru lolos ke Senayan. Jadi, perlu konsisten di satu partai. Jangan pindah-pindah partai,” saran Bamsoet.

Hanya saja kata Indra Iskandar, untuk menuju parlemen modern itu agak berat karena faktor anggaran. “Kalau anggaran DPR Rp 5,12 triliun (0,002 persen) dari APBN Rp 2.528,8 triliun itu masih dikelola oleh Kementerian Keuangan RI, maka sulit bisa mandiri,” katanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top