Perbankan

Aturan Baru OJK Batasi Jumlah Utang Pinjol Sesuai Dengan Besaran Gaji

Aturan Baru OJK Batasi Jumlah Utang Pinjol Sesuai Dengan Besaran Gaji
Ilustrasi nasabah pinjol/Foto: Dok Suarainvestor

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi menerbitkan Surat Edaran (SEOJK) Nomor 19/SEOJK.05/2023 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI). Tentu saja aturan tersebut sangat berguna untuk melindungi konsumen. “Kami juga memagari perilaku (konsumen) yang gali lubang tutup lubang itu,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK, Agusman di Jakarta, Jumat (24/11/2023).

Dalam aturan ini, kata Agusman, OJK membatasi jumlah uang yang dapat dipinjam masyarakat dari layanan fintech lending atau pinjol ini.

Bahwa SEOJK 19/SEOJK.05/2023 mengatur, masyarakat atau penerima dana hanya dapat meminjam uang maksimal sebesar 50 persen dari gaji mulai tahun depan. “Namun, persentase nominal maksimal yang dapat dipinjam tersebut akan semakin mengecil di tahun-tahun berikutnya,” paparnya lagi.

Berikut perincian batas pinjam uang di pinjol:

– 50 persen pada tahun pertama setelah SEOJK ditetapkan (2024).

-40 persen pada tahun kedua setelah SEOJK ditetapkan (2025).

-30 persen pada tahun ketiga setelah SEOJK ditetapkan (2026).

Pendapatan masyarakat sendiri akan diketahui dari data pendapatan yang dilaporkan saat meminjam dana di pinjol. Tak hanya itu, peminjam juga tidak boleh mengakses lebih dari 3 platform pinjol sekaligus.

Penyelenggara pinjol wajib menginformasikan hasil penilaian beserta tenor dan manfaat ekonomi (bunga pinjaman) dari pendanaan yang telah disetujui.

Sementara itu, ketika pinjaman dinyatakan tidak layak, pinjol perlu menyampaikan ketidaklayakan beserta dengan alasannya kepada calon peminjam.***

Penulis : Iwan Damiri
Editor   : Kamsari

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top