Perbankan

Asosiasi Pengemudi Minta BLT Ojol Dinaikkan 100 Persen

Asosiasi Pengemudi Minta BLT Ojol Dinaikkan 100 Persen
Pengemudi transportasi ojol mengantri BBM bersubsidi/Foto: Anjasmara

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM-Asosiasi pengemudi ojek online (ojol) meminta Bantuan langsung Tunai untuk pengemudi ojek online (BLT ojol) naik sebanyak dua kali lipat.

Ketua Umum Asosiasi Pengemudi Ojek Daring Garda Indonesia Igun Wicaksono mengatakan, saat ini BLT ojol yang diterima pengemudi sejumlah Rp 150.000 selama empat bulan ke depan. Dengan begitu total BLT ojol yang akan didapatkan pengemudi adalah Rp 600.000. “Harapan kami nilai BLT ditambah, kami minta dinaikkan 100 persen menjadi Rp 300.000 kali empat bulan,” katanya mengutip Kompas.com, Rabu (28/9/2022).

Ia menjelaskan, harapannya secara total nantinya pengemudi ojol akan mendapatkan BLT ojol sebanyak Rp 1,2 juta. Menurut penilaiannya, BLT ojol ini jauh dari nilai subsidi BBM yang seharusnya diterima pengemudi ojol. “BLT ojol ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan operasional pengemudi ojol selama beberapa hari saja, tidak cukup untuk biaya operasional sebulan” imbuh dia.

Igun menjabarkan, saat ini mekanisme penyaluran BLT ojol ini dilakukan oleh perusahaan yang ditunjuk oleh pemerintah. Perusahaan tersebut nantinya yang akan melakukan pendataan dan pengumpulan informasi mengenai sistem penyaluran oleh pemerintah daerah. “Saat ini belum ada kesulitan mengenai BLT ojol yang dilaporkan ke asosiasi,” ucap dia.

“Namun kami lebih menargetkan agar transportasi ojek daring wajib diberikan subsidi BBM jenis Pertalite yang diatur dengan regulasi,” imbuhnya.

Saat ini, baru beberapa pengemudi ojol yang menerima BLT ojol atau bantuan sosial (bansos) dari pemerintah daerah. “Rekan-rekan kami sudah mendapat notifikasi dari perusahaan aplikator untuk mengisi data sebagai penerima BLT dari pemerintah daerah,” tutup dia.

Sebagai informasi, BLT ojol 2022 ini merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/PMK.07/2022 tentang Belanja Wajib Dalam Rangka Penanganan Dampak Inflasi Tahun 2022. Aturan itu mengatakan, belanja bansos harus diarahkan untuk ojek (BLT ojol 2022), usaha mikro, kecil, dan menengah (UKM), dan nelayan.

Pemerintah pusat telah mewajibkan pemda membelanjakan 2 persen dari dana transfer umum (DTU) pada Oktober, November, dan Desember 2022 untuk memberikan bantuan sosial bagi masyarakat di daerah, termasuk BLT ojol. ***

Penulis    : Kompas.com
Editor      : Eko

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA POPULER

To Top