Market

AS Pangkas Pertumbuhan Produksi Minyak 2018

JAKARTA-Produksi minyak mentah AS pada 2018 diperkirakan akan tumbuh pada tingkat yang lebih lambat dari perkiraan sebelumnya di tengah harga minyak mentah yang lebih rendah, demikian menurut laporan bulanan pemerintah AS pada Selasa (7/8/2018).

Reuters melaporkan, produksi minyak mentah AS telah naik secara dramatis, sebagian besar didorong oleh peningkatan produksi dari formasi shale (serpih), tetapi sekarang mungkin kenaikannya menjadi lebih lambat karena harga turun.

Produksi AS diperkirakan meningkat 1,31 juta barel per hari (bph) menjadi 10,68 juta barel per hari pada 2018, lebih rendah dari perkiraan pertumbuhan bulan lalu 1,44 juta barel per hari menjadi 10,79 juta barel, menurut Badan Informasi Energi AS (EIA).

Lembaga tersebut sedikit meningkatkan ekspektasinya untuk pertumbuhan produksi 2019 menjadi 1,02 juta barel per hari dari 1,01 juta barel per hari sebelumnya.

EIA memperkirakan produksi minyak mentah menjadi rata-rata 11,7 juta barel per hari pada 2019, dibandingkan dengan 11,8 juta barel per hari sebelumnya.

Produksi minyak serpih membantu produksi AS di atasi 10 juta barel per hari untuk pertama kalinya sejak tahun 1970-an. Badan itu sebelumnya memperkirakan produksi minyak mentah rata-rata lebih dari 12 juta barel per hari pada kuartal keempat 2019, tetapi merevisi bahwa rata-rata kuartalan turun menjadi 11,94 juta barel per hari.

Produksi yang lebih tinggi dari Rusia dan anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) telah menekan harga minyak mentah dalam beberapa pekan terakhir, kata lembaga itu.

“Kami terus memperkirakan harga minyak mentah Brent turun menjadi 70 dolar AS per barel pada akhir 2018, karena pasar tampaknya cukup seimbang dalam beberapa bulan mendatang,” kata Linda Capuano, Administrator EIA.

EIA mengatakan pertumbuhan permintaan minyak AS diperkirakan menjadi 470.000 barel per hari pada 2018, tidak berubah dari perkiraan sebelumnya. Pertumbuhan permintaan diperkirakan akan meningkat 290.000 barel per hari pada 2019, dibandingkan dengan 330.000 barel per hari yang diperkirakan sebelumnya. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top