Nasional

Arya Wedakarna Siap Klarifikasi Aduan Lukman Edy

JAKARTA- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari daerah pemilihan Provinsi Riau, Lukman Edy mengadukan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta ke Badan Kehormatan (BK) DPD RI. Lukman Edy menganggap Arya Wedakarna sebagai pihak dibalik aksi penolakan dan demo terhadap Ustadz Abdul Somad (UAS) di Bali beberapa waktu lalu.

Menyikapi aduan tersebut, Arya Wedakarna mengaku sudah mendengar dan berkomunikasi dengan pihak BK DPD RI mengenai laporan yang diajukan politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

“Pihak BK sudah ada mengabari. Kami sudah komunikasi bahwa komunikasi di DPD baik sekali,” kata Arya Wedakarna dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/12) yang mengaku masih berada di Bali.

Anggota DPD dari daerah pemilihan Bali ini sendiri mengaku heran atas laporan yang dituduhkan kepadanya bahwa dirinya berada dibalik aksi persekusi Ustad Abdul Somad yang ditolak oleh lima kelompok massa di Bali. Arya membantah tentang keterlibatannya.

“Yang pasti saya menghormati proses yang telah berjalan, bahwa akan kita hadapi walaupun sesungguhnya tidak ada bukti-bukti keterkaitan saya dengan aksi persekusi yang ada di Bali. Sama sekali tidak ada bukti saya menolak ustad dan menghasut masyarakat. Nah jadi tidak apa-apa, tetapi akan kita hadapi kalau masuk ke proses hukum,” ujarnya.

Ia juga mengatakan akan membantah dan menjawab semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya berdasarkan data yang dia miliki. Pernyataan-pernyataannya terkait aksi persekusi di media sosial justru untuk meredam kemungkinan potensi konflik.

“Nggak masalah silahkam saja, yang pasti saya tidak punya twitter. Kalau ada twitter berarti hoax, justru pernyataan saya di tanggal 1- 3 Desember itu untuk meredam. Kalau dibaca baik-baik. Meredam karena masalah penolakan UAS ini sudah dilakukan oleh ormas lain sebelum tanggal 1-3 Desember,” tegasnya.

Hal ia lakukan, karena pemberitaan persekusi Ustad Abdul Somad sudah menyebar sehingga dirinya merasa terpanggil untuk meredamnya.

“Nah karena dari pihak ormas lain beritanya sudah menyebar kemana-mana, maka dari itu saya berusaha untuk meredam, dan justru dalam hal itu saya meminta aparat untuk mengawal kasus itu,” terangnya.

Arya menegaskan siap memberikan klarifikasi dengan sejelas-jelasnya. “Jelas siap, saya nggak merasa bersalah kenapa harus takut,” imbuhnya.

Kendati demikian, ia juga mengancam akan melaporkan balik terhadap pihak-pihak yang telah menuduhnya karena dianggap telah mencemarkan nama baik.

“Ada kemungkinan saya akan menuntut balik dengan penceraman nama baik. Karena mereka menuduh tanpa dasar tapi nanti akan kita lihat saja prosesnya, yang penting saya orang yang taat hukum akan mengikuti prosesnya dengan baik,” tegasnya.

Soal proses hukum, Arya mengatakan tetap akan berhati-hati. “Kita lihat situasi dulu ke Mabes polri atau Polda Bali, dan ada beberapa tokoh-tokoh Hindu yang menyampaikam pesan dan saran kepada saya,” kata Arya.

Yang pasti, Arya mengatakan dirinya tidak terlibat dalam keanggotaan lima organisasi massa di Bali yang menolak kehadiran Ustad Abdul Somad antara lain Sandi Murti, Laskar Bali, Banaspati, dan Komponen Rakyat Bali (KRB). Puncaknya ketika Komponen Rakyat Bali (KRB) pada Jumat (8/12/2017) pekan lalu mendatangi Hotel Aston tempat Ustad Abdul Somad menginap dan menolak safari dakwah UAS sebelum membuat ikrar kebangsaan.

Setelah terjadi negosiasi, UAS pun tetap diperkenankan melakukan safari dakwah meski tidak membuat ikrar kebangsaan. “Jadi saya tidak terlibat dalam lima organisasi itu, tidak ada di lokasi,” katanya.

Arya menduga laporan yang dijadikan bukti aduan adalah terkait kutipannya di media sosial tentang pandangan dirinya gerakan berbahaya yang mengancam NKRI.

“Di medsos saya tidak satupun menyebut nama, atau satu pihak manapun. Mungkin karena saya ini pendukung Presiden Jokowi, semua kebijakan mengenai pemerintah yang digaungkan pemerintah saya sikapi seperti HTI, kebangkitan PKI, dan lainnya. Bahwa semua harus waspada terhadap kelompok yang anti Pancasila,” katanya.(nto)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top