Nasional

Arsul Sani Minta Putusan Bebas La Nyalla Tidak Jadi Perdebatan Liar

JAKARTA, Anggota Komisi III DPR Arsul Sani menilai putusan bebas yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta terhadap terdakwa kasus dugaan korupsi dana hibah Kadin Jawa Timur, La Nyalla Mattalitti, putusan itu seharusnya tidak menjadi perdebatan liar di publik.

Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, Maruli Hutagalung, yang menyatakan lawan yang dihadapinya, La Nyalla, adalah yang memiliki pengadilan. Anggapan itu muncul karena La Nyalla merupakan keponakan Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali. “Memang sidang dan putusan terhadap La Nyalla bersifat terbuka. Tapi sebaiknya perdebatannya langsung dibawa ke ranah pengadilan saja, jangan jadi perdebatan liar di publik,” kata Sekjen PPP itu pada wartawan di Gedung DPR RI Jakarta, Rabu (28/12/2016).

Menurut Arsul, putusan itu wajar, meski ada dua hakim yang menyatakan dissenting opinion (pendapat berbeda). Dalam menjatuhkan putusan, hakim pasti sudah mempertimbangkan aspek rasional dari seluruh bukti di pengadilan dan hati nuraninya. “Jadi dilihat saja nanti prosesnya di kasasi, pastinya kan nanti di MA akan dibahas lebih dalam dan komprehensif, dilihat saja nanti, biar berproses di pengadilan,” katanya.

Sebelumnya, majelis hakim menyatakan La Nyalla Mattalitti tidak bersalah dalam kasus yang menjeratnya. Vonis bebas dibacakan Ketua Majelis Hakim Sumpeno pada sidang yang digelar, Selasa (27/12/2016) siang. “Pertama, menyatakan La Nyalla Mattalitti tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan primer maupun subsider,” jelas Sumpeno.

Kedua, membebaskan La Nyalla Mahmud Mattalitti dari dakwaan tersebut di atas. Ketiga, majelis hakim juga memerintahkan agar kejaksaan segera membebaskan La Nyalla Mattalitti dari tahanan dan keempat, kejaksaan juga diminta memulihkan hak terdakwa La Nyalla Mattalitti dalam kemampuan, kedudukan, harkat, serta martabatnya.

Komisi Yudisial (KY) meminta semua pihak menghormati putusan majelis hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta yang memvonis bebas terdakwa kasus korupsi dana hibah Kadin Jawa Timur periode 2011-2014, La Nyalla Mattalitti. “Jika kejaksaan merasa keberatan atas putusan hakim, maka sedianya bisa melakukan upaya kasasi. Maka atas putusan Hakim tersebut kami imbau kepada seluruh pihak untuk menghormatinya, sekaligus menempuh jalur yang telah diatur,” kata Juru Bicara KY, Farid Wajdi.

Farid mengatakan, kasus La Nyalla juga akan menjadi perhatian KY mengenai bagaimana penegakan hukum berjalan. “Mengingat kasus ini telah beberapa kali dilakukan praperadilan sampai dengan perkembangan putusannya sekarang. Bisa jadi, betul ada hal yang harus diperbaiki. KY juga mendukung keterlibatan aparat penegak hukum lainnya untuk bekerja sama dengan Kejaksaan Agung terkait kasus La Nyalla,” ungkapnya.

Dorongan dan dukungan itu menurut Farid, diserukan kepada aparat penegak hukum untuk terus memproses apa pun temuannya. Termasuk melakukan kerja sama intensif jika mungkin dengan aparat yg lain, seperti KPK misalnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top