Nasional

ARP Bom Kampung Melayu Rekayasa Minta Maaf

JAKARTA – ARP (37) akhirnya meminta pengampunan dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian karena menyebut peristiwa ledakan bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur pada Rabu (24/5/2017) malam lalu itu sebagai rekayasa. ARP juga memohon penangguhan penahanan kepada penyidik Bareskrim Polri.

“Hari ini tim penasihat hukum akan mengirimkan permohonan maaf kepada kapolri dan surat penangguhan penahanan dengan jaminan dari keluarga dengan harapan dikabulkan oleh penyidik,” tegas kuasa hukum ARP, M Ihsan dalam keterangannya pada wartawan di Jakarta, Selasa (30/5/2017).

Menurut Ihsan, ARP memiliki dua orang anak berusia 5 dan 3 tahun. Istrinya juga saat ini sedang hamil 5 bulan dan membutuhkan kehadiran ARP sebagai kepala keluarga. “ARP berharap bisa dimaafkan dan kembali berkumpul dengan keluarga karena ARP merupakan tulang punggung keluarga,” ujarnya.
ARP menyesali postingannya di Facebook yang membawanya ke balik jeruji besi itu. Penulis lepas di sebuah media lokal di Padang, Sumatera Barat ini meminta maaf kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan publik yang tersakiti atas tulisannya itu.

“Terlihat penyesalan dan kesedihan di raut muka ARP sehingga dia menuliskan surat permintaan maaf pada Bapak Kapolri dan penyesalan atas kebodohan dan kesalahannya menulis di FB sehingga menyakiti banyak orang,” ungkap Ihsan.

ARP berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Ia juga menyadari tulisannya yang menuding bom Kampung Melayu adalah sebuah rekayasa, adalah kekeliruannya yang menganalisa tanpa didukung fakta-fakta.

“ARP menyesali semua perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi. Semoga Bapak Kapolri memaafkan ARP dan seluruh masyarakat Indonesia memberikan maaf sehingga menjadi pelajaran bagi ARP dan seluruh pengguna FB atau media sosial untuk cerdas dan beretika dalam menggunakan medsos, sehingga tidak mengalami nasib yang sama dengan ARP,” jelas Ihsan.

Pada Minggu (28/5/2017) tengah malam Ihsan dari Kantor IHSAN Tanjung & Partners yang berkantor di Menteng Jakarta Pusat dihubungi oleh istri ARP yang menceritakan bahwa suaminya dijemput polisi pada Minggu sore itu di rumahnya di kota Padang Panjang, Sumatera Barat.

Istri ARP menceritakan bahwa dia saat ini sedang hamil 5 bulan dan punya dua anak perempuan usia 5 tahun dan 3 tahun. Dengan isak tangis dan kecemasan yang luar biasa terdengar dari suara istri ARP meminta suaminya itu diberikan pendampingan hukum.

Karena itu pihaknya dari kuasa hukum diminta menyampaikan surat terbuka permintaan maaf pada bapak Kapolri dan masyarakat Indonesia yang sudah tersakiti akibat status FB nya yang viral di dunia maya terkait bom kampung melayu dan peristiwa lainnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top