Industri & Perdagangan

Apindo Jatim Ditantang Perbaiki Ekonomi Masyarakat Pada Semester Dua

Apindo Jatim Ditantang Perbaiki Ekonomi Masyarakat Pada Semester Dua
Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Timur, Eddy Widjanarko/Sumber Foto: Kompas.com

GRESIK, SUARAINVESTOR.COM-Pelaku usaha Jawa Timur mendorong munculnya inkubator bisnis di Kabupaten Gresik. Hal ini sebagai upaya menciptakan wirausaha untuk memangkas pengangguran dan kemiskinan, yang bisa memberi efek positif bagi ekonomi daerah. “Bali, Bandung dan Yogyakarta telah melahirkan inkubator dan itu sukses,” kata Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Timur, Eddy Widjanarko, di Gresik, Rabu, (15/6/2022).

Menurut Eddy, inkubator bisnis itu akan memberikan program pembinaan dan percepatan pengembangan bisnis melalui rangkaian program permodalan dan dukungan kemitraan. “Saya berharap Gresik bisa mengikuti jejak ketiga daerah ini. Inilah salah satu program yang kami harapkan, memunculkan inkubator di Jatim,” katanya.

Diakui Eddy, disrupsi teknologi digital tidak bisa dihindari dan telah mengubah perekonomian global, salah satunya tenaga kerja manusia telah diganti dengan robot. “Saat ini Apindo dan Kadin Jatim telah memiliki program linier di bidang pendidikan vokasi. Pendidikan ini diperkuat dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk meningkatkan daya saing industri,” kata Eddy.

Pendidikan berbasis sertifikat internasional dan kemampuan pribadi menjadi prioritas, ditambah penggunaan teknologi digital, harmonisasi proses bisnis dan memperluas jaringan menjadi program pendukung pendidikan. “Peningkatan SDM berbasis pendidikan ini dilakukan dengan social skill, process skill, system skill, dan cognitive abilities. Keempatnya menjadi penopang pendidikan guna memajukan industri di Era Digital 4.0,” terangnya lagi.

Hal inilah, kata Eddy, yang menjadi tantangan Apindo Jawa Timur dalam memperbaiki perekonomian di semester kedua, ditambah salah satu permasalahannya adalah ketergantungan bahan baku industri yang masih impor. “Kami tidak ingin seperti Sri Lanka yang gagal bayar utang akibat resesi global. Indonesia memiliki kekayaan SDA dan mineral, tinggal pengasahan skill SDM-nya,” kata Eddy.

Sementara itu, Ketua Kadin Jatim Adik Dwi Putranto mengakui Era Industri 4.0 yang ditunjukkan dengan percepatan konektivitas, informasi dan otorisasi masih memiliki risiko.

Dia menambahkan, Kadin sebagai wadah bagi seluruh pengusaha akan terus berkomitmen membantu pemerintah, salah satunya dengan membangun pendidikan vokasi yang lebih terintegrasi dengan kebutuhan industri. “Harapannya pendidikan vokasi memiliki daya konversi yang tinggi dari pelajar ke tenaga kerja produktif,” pungkasnya. ***

Penulis   : Desy (Kontributor Jatim)
Editor     : Eko

Print Friendly, PDF & Email
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

BERITA POPULER

To Top