Market

Langsung Anjlok, Sejumlah Saham Industri Rokok

JAKARTA-Gara-gara wacana menaikkan harga hingga Rp50.000/bungkus, sejumlah saham perusahaan rokok langsung rontok. Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (22/8/2016), saham-saham produsen rokok seperti PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), dan PT Wismilak Inti Makmur Tbk (WIIM) masuk ke zona merah.

Saham WIIM anjol sekitar 1% atau 4 poin ke Rp 396. Bahkan saham WIIM sempat menyentuh Rp 394 dan tertinggi pada Rp 400. Saham WIIM ditransaksikan sebanyak 50 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 2.212 saham senilai Rp 87,8 juta.

Begitupun saham HMSP anjlok hingga 1,49% atau 60 poin ke Rp 3.980. Saham HMSP sempat menyentuh level terendahnya di Rp 3.930 dan tertingginya di Rp 4.040. Saham HMSP ditransaksikan sebanyak 1.310 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 38.537 saham senilai Rp 15,3 miliar.

Saham GGRM melorot hingga 1,80% atau 1.225 poin ke Rp 66.800. Saham GGRM sempat menyentuh Rp 66.600 dan tertinggi pada Rp 68.100. Saham GGRM ditransaksikan sebanyak 1.795 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 5.919 senilai Rp 39,7 miliar.

Pemerintah memang memiliki wacana untuk menaikkan cukai rokok pada 2017 mendatang. Namun investor mestinya tidak perlu cemas dengan rencana kenaikan cukai tersebut. “Karena kenaikan cukai akan terukur. Jadi, kenaikan tersebut didesain supaya tidak menekan konsumsi rokok,” kata analis MNC Asset Management, Liyanto Sudarso

Menurut Liyanto, pemerintah lebih baik menaikan pendapatan negara yang sedang defisit ketimbang mengurangi konsumsi rokok. Apalagi kontribusi pendapatan pajak dari cukai rokok cukup besar. “Kontribusi ke APBN bisa mencapai 52,7%. Lalu kenaikan cukai 10% tahun depan itu diproyeksi bisa menaikan pendapatan negara sebesar 6% dari Rp 148 trilliun tahun ini menjadi 157 triiliun tahun depan,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top