Nasional

Anggota FPKS dan FPKB Tersangka, DPR Serahkan pada KPK

JAKARTA, KPK kembali menetapkan anggota Komisi V DPR menjadi tersangka kasus dugaan suap proyek jalan di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), yaitu Yudi Widiana Adia (FPKS) dan Musa Zainuddin (FPKB).

“KPK bekerja secara profesional dan KPK memiliki bukti yang riil. Karena selama ini KPK profesional dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan, maka kita serahkan pada proses hukum KPK,” tegas politisi Golkar Muhidin pada wartawan di Jakarta, Jumat (3/2/2017).

Sebenarnya nama Yudi dan Musa sering disebut-sebut terlibat dalam kasus tersebut. Salah satunya ketika Aseng dihadirkan menjadi saksi dalam persidangan pada 18 April 2016. “Saya sendiri belum tahu persis. Saya belum tahu penetapannya. Yang saya tahu, nama mereka selalu disebut-sebut,” ujarnya.

Kasus ini berawal dari operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK pada Januari 2016. KPK menangkap Damayanti Wisnu Putranti, yang saat itu merupakan anggota Komisi V DPR RI. “Kan ini kasus sudah lama bergulir sejak Damayanti ditetapkan. Itulah yang dikembangkan KPK. Saya kira ini bagus, proses yang profesional, sehingga tidak sembarangan menetapkan sesuatu karena KPK mempunyai bukti,” kata Muhidin.

Sebelumnya penyidik KPK menetapkan Yudi dan Musa sebagai tersangka kasus suap proyek jalan di Kementerian PUPR. Penetapan tersangka keduanya merupakan pengembangan kasus yang sebelumnya menjerat anggota DPR RI tersebut.

Para tersangka lain yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam oleh KPK dalam pengembangan kasus tersebut adalah Budi Supriyanto, Amran H Mustary, Andi Taufan Tiro, dan So Kok Seng.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top