Nasional

Soal Empat Pilar, Anas Thahir: Idul Adha Jadi Pesan Persaudaraan dan Kesejahteraan Manusia

Soal Empat Pilar, Anas Thahir: Idul Adha Jadi Pesan Persaudaraan dan Kesejahteraan Manusia
Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Sy Anas Thahir/Foto: Budiana

BANYUWANGI, SUARAINVESTOR.COM– Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Sy Anas Thahir memandang penting
menjadikan Idul Adha 1445 H kali ini sebagai momentum untuk melakukan refleksi sosial. Hal ini agar semua pemeluk agama kembali kepada ajaran agama masing-masing yang sarat dengan pesan kemanusiaan. “Pesan terpenting dari agama apapun adalah pesan persaudaraan, perdamaian dan kesejahteraan manusia,” katanya saat menggelar sosialisasi 4 pilar MPR bertema “Pesan sosial dari momentum I’dul Adha” di Banguwangi, Selasa (18/6/2024).

Namun, kata Legislator dari Dapil Jatim III itu, bahwa faktanya pesan agama ini sering dimanipulasi maknanya oleh para pemeluk agama menjadi pesan menyeramkan dengan mengatas-namakan agama. Sehingga atas nama agama, sesama manusia yang mestinya hidup berdampingan bersaudara, justru sering berubah saling serang dan saling menafikan. “Agama hanya dijakan alat pembenar untuk sesuatu yang justru dilarang oleh agama,” ujar Anggota Komisi IX DPR.

Lebih jauh Anggota Fraksi PPP itu menambahkan bahwa Idul Adha adalah inspirasi kebaikan bagi semuanya. Anjuran berqurban seekor hewan misalnya, adalah inspirasi nyata bagi semua kita untuk memelihara tradisi berbagi untuk menguatkan solidaritas sosial.

Yang kaya berkewajiban membantu yang miskin, lanjut Anas Thahir, yang kuat menolong yang lemah. “Dengan demikian bisa terjadi keseimbangan sosial yang saling menguatkan satu sama lain,” paparnya lagi.

Mantan Wakil Sekjen PBNU itu menjelaskan bahwa Ibadah wukuf di Arofah saat menjelang Idul Adha juga menjadi gambaran inspirasi persaudaraan yang luar biasa. Dimana semua jama’ah haji dikumpulkan di sebuah kawasan tempat yang sama, dengan pakaian yang sama, dan dalam waktu yang sama pula.”

Di sini tidak ada lagi sekat-sekat kaya-miskin, pejabat-rakyat, kulit putih-kulit hitam, atau suku ini suku itu. Semua sama sederajatnya di hadapan Tuhan. “Ini merupakan palajaran nyata tentang pentingnya keadilan, persatuan dan kebersamaan bagi manusia yang menyadarinya,” pungkasnya.***

Penulis : Desy (Kontributor Surabaya)
Editor   : Budiana

Print Friendly, PDF & Email

BERITA POPULER

To Top