Headline

Anas: Serahkan Program Kartu Pekerja Ke Kementerian Teknis

BANYUWANGI, SUARAINVESTOR.COM-Kartu Pra Kerja yang digagas Presiden Joko Widodo (Jokowi) ternyata menyimpan beberapa persoalan yang harus segera diselesaikan. Karena implementasinya ternyata dilaksanakan bukan kementerian yang langsung menangani pekerja.

“Kartu Prakerja itu urusan teknis. Mestinya diserahkan kepada Menteri Teknis, bukan Menko,” kata Anggota Komisi IX DPR-RI, H. Anas Thahir usai memberikan ceramah sosialisasi empat pilar MPR di Banyuwangi, Selasa, (26/11/2019
)

Menurut Anas, pemerintah telah menganggaran Kartu Pra Kerja ini sekitar Rp10 Triliun. Dana ini mulai digelontorkan Januari 2020. Program anyar Jokowi ini memang sedang ditunggu-tunggu masyarakat. “Terutama para pencari kerja, namun sayangnya rencana pendistribusian akan berada di bawah Kemenko Bidang Perekonomian,” tambahnya.

Bahkan Politisi asal Banyuwangi itu mempertanyakan mengapa kehadiran program ketenagakerjaan mesti diurus oleh Menko Bidang Perekonomian.

“Kartu Pra Kerja itu urusan teknis dan sektoral. Penanganannya harus akurat. Jadi mestinya diserahkan kepada Menteri Teknis, bukan Menko,” paparnya

Menurut Anas, jika kartu prakerja tetap dilaksanakan oleh Menko, maka ke depan akan muncul masalah baru yang secara teknis akan menyulitkan, terutama yang menyangkut tindak lanjut koordinasi, pengawalan dan pengawasan program.

“Karena urusan ketenagakerjaan selama ini sudah menjadi ranah bidang tugas Komisi IX DPR, maka pilihannya ya musti diserahkan kepada Menaker yang selama ini sudah menjadi mitra kerja Komisi IX. Dengan begitu akan mempermudah sistem kiordinasinya'” tegas mantan Wakil Sekjen PBNU itu.

Anggota Fraksi PPP ini juga mengkritsisi database penerima manfaat Kartu Pra Kerja yang belum jelas hingga saat ini, karena Kartu Pra Kerja ditujukan untuk angkatan prakerja maupun kalangan yang berpotensi menjadi pengangguran terbuka.

“Data kartu pra kerja harus valid dan reliabel, by name by address, dan dikelola secara prudent agar tidak terjadi disfungsi system berupa in efisiensi sasaran kartu pra kerja” tegas Anas mengakhiri pembicaraan. ***

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top