Industri & Perdagangan

Amazon Tampung Produk UKM Indonesia

JAKARTA, SUARAINVESTOR.COM--Kementerian Perdagangan melalui Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Vancouver, Kanada, resmi meluncurkan produk ekspor makanan dan minuman (mamin) baru di platform e-commerce Amazon. Tujuannya, mendorong ekspor produk Indonesia ke Kanada sehingga dapat meningkatkan nilai perdagangan kedua negara. Ada poduk keripik tempe hingga kopi luwak yang di jual di Archipelago Inc, sebuah marketplace online produk Indonesia di Amazon.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, peluncuran produk mamin Indonesia di e-commerce Amazon merupakan salah satu cara agar produk-produk ekspor baru Indonesia dapat beredar, tersebar, dan membanjiri pasar global. “Hal ini juga merupakan upaya mendorong ekspor produk Indonesia ke Kanada,” ujar Agus mengutip Kompas.com, Jakarta, Senin (14/12/2020).

Sebanyak ada 57 varian jenis produk mamin yang diluncurkan, antara lain Tempeh Chips Original, Banana Chips, Cassava Crackers Original, Almond Oat Cookies Choco Chips, Indonesian Spices Gulai Curry, Bali Ginger Drink, Papua Arabica, dan Nusantara Espresso Blend, hingga Wild Kopi Luwak. Produk-produk tersebut berasal dari 20 pelaku usaha yang sebagian besar merupakan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Produk juga telah lolos seleksi Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag dan tim Archipelago Inc. dari segi rasa, kualitas, dan kandungan bahan baku yang disesuaikan dengan selera pasar.

Selanjutnya, para pelaku usaha terpilih kemudian diberikan berbagai fasilitas yaitu dibebaskan dari biaya pengiriman dari Indonesia ke Kanada, biaya logistik, biaya promosi di Amazon, serta diberikan pendampingan dalam melakukan adaptasi produk sesuai dengan peraturan Kanada. Seluruh pembiayaan ditanggung pemerintah bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ottawa, Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Vancouver, serta bank pelat merah yakni BNI dan BRI cabang New York.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kemendag Kasan menjelaskan, Indonesia dan Kanada telah bekerja sama sejak 68 tahun lalu dan terlibat secara aktif dalam beberapa forum internasiona, seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), G20, Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC), dan Asean Regional Forum (ARF).

Selain itu, Kanada juga menjadi mitra dagang yang baik bagi Indonesia. Hal itu terbukti pada 2019 Indonesia telah menjadi negara pemasok produk nonmigas ke Kanada dengan total nilai sebesar 2,69 miliar dollar AS. “Saya berharap cita rasa produk mamin Indonesia mampu memenuhi ekspektasi masyarakat Kanada. Sehingga, masyarakat Kanada dapat memenuhi lemari es nya dengan produk mamin Indonesia,” kata Kasan.

Sementara itu, Kepala ITPC Vancouver Robby Handoko mengungkapkan, produk mamin dipilih untuk diluncurkan di Amazon karena adanya peningkatan penjualan produk mamin secara daring mencapai lebih dari 200 persen selama pandemi Covid-19. “Pemasaran produk mamin di Amazon dapat membangun merek produk Indonesia dan mempopulerkannya di pasar Kanada hingga Amerika Serikat. Hal ini karena Amazon juga menjadi lokapasar terlaris di Amerika Utara,” ungkap Robby.

Menurut dia, ke depan akan dilakukan kembali seleksi bagi para pelaku usaha dengan mengembangkan pemasaran ke platform lokapasar lainnya, seperti IKEA, Canadian Tyre, dan Home Depot.Adapun berdasarkan data Kemendag, total perdagangan Indonesia dan Kanada pada periode Januari-Oktober 2020 mencapai 1,94 miliar dollar AS. Dari jumlah tersebut, ekspor Indonesia tercatat sebesar 0,63 miliar dollar AS, sedangkan impornya sebesar 1,31 miliar dollar AS.

Sumber: Kompas.com

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top