Nasional

Dukung Agus, Aliansi Santri Desak PBNU Copot A. Helmy Faishal

JAKARTA, Massa yang mengatasnamakan Aliansi Santri Indonesia demo di depan Gedung PBNU, Jl Kramat Raya 164, Jakarta Pusat. Mereka menuntut agar PBNU segera memecat Sekjen PBNU dan anggota FPKB DPR RI A. Helmy Faishal Zaini karena diduga mendukung Cagub-Cawagub Agus-Sylvi dalam Pilkada DKI Jakarta.

Koordinator Aliansi Santri Indonesia Rusdi TP mengatakan dukungan dari A. Helmy Faishal terlihat dari video yang beredar. Diketahui PKB memang mendukung pasangan Agus-Sylvi dalam Pilkada Serentak DKI Jakarta, pada 15 Februari 2017 mendatang.

“Beredar sebuah video tentang dukungan salah satu pengurus besar NU kepada salah satu paslon Pilkada DKI Jakarta. Hal ini merupakan tamparan besar bagi PBNU karena salah satu pengurus yang memiliki jabatan strategi sebagai Sekjen terlibat politik praktis,” tegas Rusdi di depan Gedung PBNU Jl. Kramat Raya, Jakarta, Rabu (8/2/2017).

Karena itu atas keterlibatan Helmy Faishal itu kata Rusdi, pihaknya meminta PBNU untuk mencopot Helmy dari Sekjen PBNU. “Kami meminta pengurus PBNU agar mencopot Helmy Faishal dari Sekjen PBNU karena telah mencederai nama baik PBNU, dengan terang-terang mendukung pasangan cagub-cawagub Agus-Sylvi,” ujarnya.

Menurut Rusdi, PBNU sebagai organisasi tempat para ulama dan kiai yang independen dan dihormati oleh seluruh umat, tidak boleh dikotori dengan campur tangan politik partai. “PBNU adalah rumah untuk ulama dan kiai. Bukan rumah untuk para politisi partai. Maka, kami mendesak Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj untuk mencopot Sekjen PBNU dan kembalikan PBNU pada khittah perjuangan NU,” tambahnya.

Menanggapi hal itu Wasekjen PBNU Isfah Abidal Aziz mengatakan massa yang mengatasnamakan Aliansi Santri Indoensia tersebut kemungkinan adalah massa bayaran. “Kalau ada hal-hal yang ingin disampaikan, harus disampaikan dengan cara yang baik dengan tradisi dan kultur yang berlaku di NU. Jadi, silahkan datang ke PBNU dengan baik-baik. Saya rasa mereka bukan santri dan tidak pernah di pesantren. Sebab, mereka tidak bisa menyebutkan dari pesantren mana,” jelas Isfah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

BERITA POPULER

To Top